Yang paling jauh bukannya bintang, mentari pun bukan, juga bukan rembulan, tp adalah masa yg berlalu dan takkan kembali lg, kelmarin yg luput menjadi secangkir kenangan... yg ada hanya hari ini dan akan dtg.. gunakan hari ini sebaik mungkin, kerana esok belum tentu milik kita, sedangkan semalam telah pergi buat selamanya....
Saturday, September 15, 2012
kek batik...deng2
Saturday, September 8, 2012
update akhirnye...
Salam...
lame nyer x menulis kat blog...kalo rumah dah bersawang dah ni...hihi
lots of things happen since last year...fuhh
hurmm
skit nak update
dah selamat grad dari ukm 9/2011
selamat bekerja sampailah sekarang.....as an optometrist
dah ade kereta sendiri...
duduk ngan kawan2 sendiri...berdikari giler nih
hehe
tapi rindu giler dgn kawan2 seangkatan dulu...sumer dah berpisah ikut haluan masing2..
jalani hidup sehari2 di muka bumi Allah mencari pengajaran dr pengalaman dan hal keliling...
mintak2 lebih matang dalam menilai dan membuat keputusan...hurmm
>.<
Thursday, March 24, 2011
RESPECT EACH OTHER

And of course we respect people who are older than us.....
What I want to press here is, how we treat others who are differ from us...., and how can u think u are superior upon them.
They way u interrupt other people, while they are trying to say their opinion is a rude way to say u disagree and not even try to understand them. At least hear them, or put ur feet in their shoes.
Don't insult people, call them names, talk behind their back or put down people or their ideas..

Don’t always underestimate others people....because u never know when u need their help.
In Islam, we belief, we are created in different races and skin color to know each other...
Don’t ever look down upon people, don’t simply judge them by how their look, what they belief and whatever race they are.
Help each other, and pray for others...don’t do something just if they do something in return to you. Being honest is not easy, but u never knows what u will get in return and maybe in unexpected way.......
Allah knows better....

-hani hamid-
Thursday, March 17, 2011
Dinner final year
Dinner
Biasa lah dah dekat ujung2 sem ni banyak dinner akan diadakan untuk meraikan final year yang akan keluar…..
Best btul dinner nih…
Tahu tak kenapa?
Sebab bleh makan yang best2….
Makan kat tempat yang eksklusif dan kena bertatasusila masa makan (hik3)
Boleh tengok persembahan adik2 yang disediakan special untuk kami. (^_^)
Ada anugerah lagi untuk senior paling sporting la, paling cool, paling hot, paling ape-ape jelah...
Cabutan bertuah lagi.....(biasenyer tak bertuah sangat)
Yang paling seronok skali mestilah posing untuk amik gambar...klik2
Harapnyer dinner yang terakhir ni menjadi dinner yang indah dalam sejarah sebagai opto student....
Sesiapa yang telah mencapai kegembiraan atau puncak kenikmatan duniawi maka hendaklah bersiap sedia untuk menghadapi puncak kesedihan dan penderitaan, kecuali hamba-hamba Allah yang bertakwa. Mereka adalah peraih akhir kehidupannya dengan keredhaanNya dan syurga; Dr Aidh bin Abdullah Al- Qarni
”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Emasmu adalah agamamu, perhisanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.
”Sesungguhnya rahmat (kasih-sayang) Allah amat hampir kepada orang-orang yang suka berbuat baik”
ni gambar hiasan (comel kan) jadilah wanita yang solehah
diri kita ibarat intan berlian
lagi dijaga dan disimpan rapi
lagi tinggi nilainya dan
lagi mahal harganya
jangan biarkan diri kita seperti makanan
yang dijual di tepi-tepi jalanan
terdedah dan dipegang-pegang
yang akhirnya menjadi rosak dan basi
peliharalah akhlak dan jauhilah maksiat
<3>
Tuesday, February 1, 2011
Gambar ombak yang cantik dan menabjubkan, Subhanallah
Gambar ini semua diambil oleh seorang photographer yang berbakat tinggi Clark Little.
Sun ... glints off wave
pasir yang meluncur
Tubular
Beach ... surf crashes down
Molten ... liquid gold
White ... tumultuous water
Splash ... stunning shot
Red .... mysterious shot
Break ... wave crashes down
titisan ombak
Macam mana? menakjubkan bukan? hohoho photographer tersebut memang seorang surfer dan menghabiskan masa di laut dan pantai.
Tuesday, November 30, 2010
Umar bin Al-Khattab dan seorang yahudi tua
sudah sekian lama blog ni tiada pengisian baru...tergerak hati untuk update bile seorang kakak bgtau kite jgn asyik menerima, kadang-kadang kena memberi....hehe...
kisah ni khas tuk anak-anak encik Umar....
Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.
Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.
“Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!” ancam sang gubernur.
Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran. Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.
“Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?” tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.
Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.
“Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!” kecam Umar.
“Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,” si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.
“Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,” kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.
Si Yahudi itu semakin kebingungan, “Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!” ujar Yahudi itu pelan.
Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.
Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. “Bongkar masjid itu!” teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.
“Tunggu!” teriak sang kakek. “Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!” Amr bin Ash memegang pundak si kakek, “Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.”
“Tapi…..” sela si kakek.
“Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelas sang gubernur.
“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!” tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca.
Tuesday, March 9, 2010
Smile to the world
Somehow I feel want to post this entry….
SMILE
It means what its sound.
My friend whose reading this must know I am the person whose smile a lot (and laugh a lot too).
Why I’m always smiling?
Every single person in this world has problems
And I am not excluding from that fact
Sometimes problems can make we cry or feel down….
And smile can keep my sadness away from others….
But like what I said, I keep what I feel deep in my heart and smile to others…..
It does remain in my heart and nobody knows…
Almost every people who seek me will say what a happy person I am.
Bcoz I want to show how though I am but I myself know how easy I crack from inside.
Always smile even though
Sound’s hypocrite but that is me…pretend there is nothing that can even cut me…
Smile can make angry feeling to get away and tie up the bonding
-Smile to the world and the world will smile back to you-
Monday, March 1, 2010
Ilmu Ikhlas
Ilmu Ikhlas
Kawan2 pernah tak tengok cerita kiamat dah dekat? Soalan pak imam yang terakhir kepada lelaki yang nak kahwin dgn anak gadisnya (xingat nama ape) ialah apa itu ilmu ikhlas....meh kita tgk apa jawapannya~~~~!!!“Mari ku ajarkan ilmu ikhlas.” Kata seorang guru kepada anak muridnya.
“Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulis,”
“Tak payah, bawa sahaja karung guni”
“Karung guni?” Kata anak muridnya seolah-olah tidak percaya.
“Mari kita ke pasar!”
Dalam perjalanan ke pasar mereka melalui jalan yang berbatu-batu.
“Kutip batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam karung guni itu." Kata guru itu memberi arahan. Tanpa soal, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
“Cukup?”
“Belum. Isi sampai penuh karung guni itu.” Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa. Hanya belegar-legar dan melihat-lihat kemudian beredar ke luar.
“Tuan guru, kita tidak beli apa-apa?”
“Tidak. Bukankah karung gunimu sudah penuh?”
“Ya,ya…” Kata si murid, agak kelelahan.
“Banyak Beli barang.” Tegur seorang kenalan apabila melihat mereka dengan guni yang kelihatan penuh.
“wah, tentu mereka berdua ini orang kaya! Banyak sungguh barang yang mereka beli.'' Kata seseorang.
“Agaknya mereka hendak buat kenduri besar kot," Kata yang lain pula.
Sebaik kembali ke tempat tinggal mereka,si murid meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi. “Oh,sungguh letih! Apa yang kita hendak buat dengan batu-batu ini tuan guru?”
“Tak buat apa-apa”
“Eh,kalau begitu letih sajalah saya.” Balas anak murid.
“Letih memang letih tapi kamu dah dapat ilmu ikhlas”
“Ikhlas?” Tanya anak murid kehairanan.

“kamu dah belajar apa akibatnya kalau tidak ikhlas dalam beramal”
“Dengan memikul batu-batu ini?”
“Ya, batu-batu itu umpama amalan yang riyak. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi yang memuji kamu banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan,tetap hanya batu-batu.”
“Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?
“Ya, hanya berat sahaja ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah, yang kamu dapat, hanyalah penat.”
“ya, sekarang saya faham apa akibatnya beramal tetapi tidak ikhlas!” Ujar si murid.
Pengajaran: Ramai manusia yang tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian. Padahal kata-kata pujian hakikatnya hanya menyebabkan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, terseksa di dunia juga terseksa di akhirat.
seorang sahabat pernah ckp kat hani yang ikhlas ni susah nak nampak. Ibarat semut hitam, di atas batu hitam di malam yang gelap pekat.
Tapi kan walau macam mana susah pun nak nampak ikhlas tu, kita still tahu kita ikhlas ke x esp dalam beramal dan berbuat kebaikan. Semoga kita semua tidak mengangkut batu2 yang berat dan ikhlaskan diri dalam perjuangan ~salam mujahadah
Sunday, February 28, 2010
Dakwah ke Taif
Perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. ke Taif
Selama sembilan tahun selepas perlantikan Nabi Muhammad s.a.w sebagai Pesuruh Allah s.w.t., Nabi Muhammad s.a.w telah menjalankan dakwah dikalangan kaumnya sendiri disekitar kota Mekah untuk memimpin dan memperbaiki keadaan hidup mereka.Segelintir manusia sahaja yang telah memeluk agama Islam ataupun yang bersimpati dengan Baginda s.a.w., yang lainnya mencuba dengan sedaya upaya untuk mengganggu dan menghalang Baginda s.a.w dan pengikut-pengikutny a. Diantara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Baginda s.a.w termasuk Abu Talib bapa saudara Baginda s.a.w sendiri. Sungguhpun begitu Abu Talib tidak memeluk agama Islam.
Berikutan dengan kematian Abu Talib, pihak Khuraish berasa bebas untuk memperhebatkan gangguan dan penentangan mereka terhadap Baginda s.a.w. Di Taif, bandar yang kedua terbesar di Hijaz, terdapat Bani Thafiq suatu puak yang sangat kuat dan besar bilangan ahlinya. Nabi Muhammad s.a.w. berlepas keTaif dengan harapan ia dapat mempengaruhi kaum Bani Thafiq untuk menerima Islam dan dengan demikian memperolehi perlindungan bagi pemeluk-pemeluk agama Islam dari gangguan puak Khuraish. Baginda s.a.w juga bercita-cita hendak menjadikan Taif markas kegiatan-kegiatan dakwah Baginda s.a.w. Sebaik-baik sahaja Baginda s.a.w tiba disana, Baginda s.a.w telah mengunjungi tiga orang pemuka Bani Thafiq secara berasingan dan menyampaikan kepada mereka risalah Allah s.w.t. Bukan sahaja mereka tidak mahu menerima ajaran Allah s.w.t. bahkan enggan mendengar apa yang dikemukakan oleh Baginda s.a.w kepada mereka. Baginda s.a.w telah dilayani secara kasar dan sungguh-sungguh biadap. Kekasaran mereka sungguh bertentangan dengan semangat memuliakan dan menghormati yang telah menjadi sebahagian daripada cara hidup bangsa Arab. Dengan terus terang mereka mengatakan yang mereka tidak suka Baginda s.a.w. tinggal ditempat mereka. Baginda s.a.w. berharap yang kedatangan Baginda s.a.w akan disambut dengan sopan santun, diiringi dengan kata-kata yang lemah lembut. Sebaliknya Baginda s.a.w telah dilempari dengan kata-kata yang kasar.
Kata seorang daripada pemuka-pemuka tadi dengan penuh ejekan: "Hoi,benarkah yang Allah s.w.t. telah melantik kamu menjadi PesuruhNya?"Kata seorang lagi sambil ketawa: "Tidak bolehkah Allah memilih manusia selain dari engkau untuk menjadi PesuruhNya?"Yang ketiga pula melempar kata-kata hina yang bunyinya demikian: "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin bercakap-cakap dengan engkau kerana perbuatan yang demikian akan mendatangkan bencana kepada diriku.Sebaliknya jika kamu seorang pendusta,tidak guna aku bercakap-cakap dengan engkau."
Dalam menghadapi penentangan yang sebegini hebat, ketabahan dan kecekalan hati yang merupakan sifat-sifat semulajadi Nabi Muhammad s.a.w. tidak menyebabkan Baginda s.a.w. berasa hampa dan gagal barang sedikit jua pun. Selepas meninggalkan pemuka-pemuka Banu Thafiq tadi, Baginda s.a.w cuba menghampiri rakyat biasa Disini juga Baginda s.a.w menemui kegagalan. Mereka menyuruh Baginda s.a.w keluar dalam Taif. Apabila Baginda s.a.w menyedari yang usahaBaginda s.a.w tidak mendatangkan hasil yang diingini, Baginda s.a.w pun membuat keputusan hendak menginggalkan kota itu. Tetapi mereka tidak membiarkan Baginda s.a.w keluar dari Taif secara aman. Mereka melepaskan kacang-kacang hantu mereka supaya mengusik,mengejek, mengacau dan melemparinya dengan batu. Pelemparan batu yang dilakukan keatas Baginda s.a.w itu sedemikian rupa hingga badan Baginda s.a.w berdarah akibat luka-luka. Apabila Baginda s.a.w berada agak jauh dari kota Taif, Baginda s.a.w pun berdoa kepada Baginda s.a.w. yang bermaksud:
" Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada sesiapa Engkau menyerahkan daku?Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keredzaanMu. Dalam pada itu afiatMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan hal ku sehingga Engkau redza. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau"
Demikianlah sedihnya doa yang dihadapi kepada Allah s.w.t. oleh Baginda s.a.w sehingga Allah s.w.t. mengutuskan Malaikat Jibrail buat menemui Baginda s.a.w. Setibanya dihadapan Nabi Muhammad s.a.w. diapun memberi salam seraya berkata:" Allah s.w.t.. mengetahui apa yang telah berlaku diantara kamu dan orang-orang ini. Allah s.w.t. telah menyediakan malaikat digunung ganang disini khas untuk menjalankan sebarang perintah kamu."
Sambil berkata demikian Jibrail menghadapkan malaikat itu dimuka Baginda s.a.w Kata Malaikat ini:"Wahai Rasulullah, saya bersiap sedia untuk menjalankan perintah Tuan. Kalau dikehendaki, saya sanggup menyebabkan gunung-gunung disebelah menyebelah kota ini berlanggaran sehingga penduduk-penduduk dikedua-dua belah mati tertindih. Kalau tidak, Tuan cadangkan apa saja hukuman yang selayaknya diterima oleh orang-orang ini."
Mendengar janji-janji Malaikat itu, Nabi Muhammad s.a.w. yang penuh dengan sifat rahim dan belas kasihan pun berkata:"Walaupun orang-orang ini tidak menerima Islam, saya harap dengan kehendak Allah s.w.t., yang anak-anak mereka, pada satu masa nanti, akan
menyembahAllah s.w.t.. dan berbakti kepadaNya."
Sekarang perhatikanlah tauladan mulia dan suci murni yang telah dipertunjukkan oleh Baginda s.a.w. Kita semua mengakui yang kita menjadi pengikut-pengikutNya, tetapi dalam urusan hidup kita sehari-sehari, apabila cadangan kita ditolak atau tidak dipersetujui maka kita dengan lekasnya melemparkan maki hamun dan terkadang-kadang bercita-cita hendak membalas dendam terhadap mereka yang tidak bersetuju dengan kita.Sebagai pengikut-pengikutny a kita hendahlah mencontohi Baginda s.a.w. Selepas menerima penghinaa ditangan penduduk-penduduk Kota Taif, Baginda s.a.w hanya berdoa. Baginda s.a.w. tidak memarahi mereka,tidak mengutuk mereka dan tidak mengambil sebarang tindakan balas walaupun diberi kesempatan sebaik-baiknya untuk membuat demikian.
RasululLah kekasihNya
Pentingnya mentaati Rasulullah SAW
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah. Begitu pula, barangsiapa yang mentaati petugasku, maka dia telah mentaatiku, dan barangsiapa mendurhakai petugasku, maka dia telah mendurhakaiku. ' (Riwayat Bukhari)
Dari Abu Hurairah ra. lagi, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.'(Riwayat Bukhari)
Jabir ra. bercerita, katanya: Suatu peristiwa datanglah beberapa Malaikat kepada Nabi SAW ketika beliau sedang tidur, lalu mereka berkata: Bahwa sesungguhnya teman kamu ini dapat diberikan beberapa perumpamaan, cubalah berikan perumpamaan baginya! Maka berkata yang satu: Dia ini sedang tidur. Yang lain berkata: Meskipun matanya tidur, namun hatinya tetap sadar! Lalu berkata pula Malaikat yang lain: Perumpamaan temanmu ini ialah perumpamaan seorang lelaki yang baru selesai membangun sebuah rumah, lalu dia pun mengadakan undangan makan, dan mengundang orang datang kepadanya. Jadi, sesiapa yang menerima undangan itu, dia akan memasuki rumah itu, dan dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan itu. Dan sesiapa yang menolak undangan itu, tidak akan memasuki rumah itu, dan tidak dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan di situ!
Kemudian berkata Malaikat yang mendengar perumpamaan itu: Jelaskanlah perkara ini kepadanya (Nabi Muhammad) supaya dia mengertinya! Lalu ada Malaikat yang berkata: Bukankah dia sedang tidur?! Jawab yang lain: Bukankah sudah aku katakan; matanya saja yang tidur, namun hatinya sadar (dapat menangkap maksud dari berita ini). Maka para Malaikat itu pun berkata: Rumah itu diibaratkan dengan 'Syurga', dan orang yang mengundang itu ialah 'Muhammad' itu sendiri. Tegasnya, siapa saja yang mentaati Muhammad, maka dia mentaati Allah. Dan siapa saja yang mendurhakai Muhammad, maka dia mendurhakai Allah. Dan Muhammad itu adalah penengah (di antara Allah) dengan manusia! (Riwayat Bukhari) Ad-Darimi juga mengeluarkan cerita yang sama dari Rabitah Al-jarasyi ra. dengan maksudnya yang sama (kitab: Al-Misykah, hal. 21)
Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Hanyalah perumpamaanku dan perumpamaan apa yang diutus Allah kepadaku adalah perumpamaan seorang lelaki yang datang kepada suatu kaum, lalu dia berkata kepada mereka: Hai kaumku! Saya lihat dengan mataku sendiri, ada suatu bala tentara yang datang, dan saya adalah pemberi peringatan yang tulus (dapat dimaksudkan: yang paling jujur), maka selamatkanlah diri kamu! Selamatkanlah! Kerana itu ada di antara kaumnya yang mentaatinya, maka dari sejak malam mereka telah keluar melarikan diri dengan secara teratur, hingga akhirnya mereka selamat. Ketika sekumpulan yang lain telah mendustakannya, dan mereka terus menetap di tempat mereka. Akhirnya, mereka sejak pagi buta telah diserang oleh bala tentara (musuh) itu, yang membinasakan mereka serta memukul bersih apa saja yang ada di hadapannya. Itulah dia perumpamaan siapa yang mentaatiku serta menuruti apa yang saya sampaikan kepadanya. Demikian pula perumpamaan siapa yang menderbakaiku serta mendustakan apa yang saya sampaikan kepadanya dari perkara kebenaran itu.' (Riwayat Darimi)
Razin telah membawa suatu berita dari Umar ra. yang dirafakkannya kepada Rasulullah SAW sabdanya: Aku sudah menanyakan Tuhanku tentang perselisihan para sahabatku sepeninggalku, lalu Allah mewahyukan kepadaku, katanya: Wahai Muhammad! Sesungguhnya semua para sahabatmu itu dalam pandanganku adalah umpama bintang-bintang di langit, setengah mereka lebih teguh dari setengah yang lain, namun bagi setiap satu darinya ada cahayanya yang tersendiri. Maka barangsiapa yang mengambil sesuatu dari apa yang ada pada diri mereka tanpa memandang pada perselisihan mereka itu, maka dia itu dalam pandanganku berada di atas kebenaran. Kemudian Nabi SAW pun berkata: Para sahabatku itu seumpama bintang-bintang maka siapa saja dari mereka yang kamu ikuti, kamu akan mendapat petunjuk. (Jam'ul-Fawa' id 2:201)
Dari Al-Irbadh bin Sariyah ra. yang menceritakan suatu peristiwa, katanya: Pada suatu hari Rasulullah SAW telah mengimami kami satu shalat, dan sesudah selesai shalat, beliau lalu menghadapkan wajahnya kepada kami serta menyampaikan suatu pidato yang sungguh berkesan sekali pada diri kami, sehingga bercucuranlah air mata kami dan gemetarlah segala urat perut kami. Sehabis pidato itu, telah bangun seorang lelaki berkata: Ya Rasulullah! Seolah-olah pidato ini adalah suatu pidato terakhir untuk mengucapkan selamat tinggal! Jadi, apakah yang patut engkau pesankan untuk kami?! jawab beliau: Aku berpesan kepada kamu supaya bertaqwa kepada Allah, selalu mendengar perintah dan mentaatinya, walaupun yang memerintah itu seorang hamba habsyi (yang hitam warna kulitnya). Kerana sesungguhnya, siapa saja yang hidup di antara kamu sesudahku nanti dia akan melihat perselisihan- perselisihan yang banyak. Maka ketika itu, hendaklah kamu berpegang teguh kepada perjalananku dan pejalanan para Khulafaur-Rasyidin yang sudah tertunjuk (oleh hidayatku), hendaklah kamu berpegang kuat dengannya, dan gigitlah dia dengan gigi geraham kamu. Berhati-hatilah kamu dengan mengada-adakan (hukum) yang baru, kerana setiap hukum yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah sesat! (Riwayat Tarmidzy dan Abu Daud)
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra. telah merafakkan bicara ini kepada Nabi SAW sabdanya: Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan berada bersama-sama kamu. Tetapi aku mengingatkan kamu supaya mengikuti dua orang ini sepeninggalku. Lalu beliau menunjuk kepada Abu Bakar dan Umar radhiallahu- anhuma. Sambungnya lagi: Ambillah petunjuk yang diberikan Ammar, dan dengar apa yang dibicarakan Ibnu Mas'ud dan percayailah dia!(Riwayat Tarmidzy)
Dari Bilal bin Al-Haris Al-Muzani ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: 'Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnat (jalan) dari sunnatku yang telah ditinggalkan orang sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengamalkannya sesudah itu, tiada dikurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka (yang mengamalkannya itu). Dan barangsiapa yang mengadaadakan suatu bid'ah yang menyesatkan yang tiada diridhai Allah dan RasuINya, maka dia akan menanggung dosanya seperti dosadosa orang yang mengamalkannya, tiada dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengamalkannya. '(Riwayat Tarmidzy)
Ibnu Majah juga meriwayatkan suatu Hadis yang serupa ini dari Katsir bin Abdullah bin Amru, dari bapanya, dari datuknya. Dari Amru bin Auf ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: 'Sesungguhnya agama (Islam) itu akan kembali ke Hijaz, sebagaimana ular yang kembali ke dalam lobangnya. Lalu agama itu akan tertambat di Hijaz umpama tertambatnya unta-unta di puncak gunung. Sesungguhnya agama itu lahir asing (tidak dikenali orang), dan dia akan kembali asing seperti mula lahimya. Maka berbahagialah orang-orang asing itu (yakni kaum yang bukan Arab), kerana merekalah yang akan membetulkan apa yang dirusakkan manusia dari sunnatku sepeninggalku nanti."(Riwayat Tarmidzy)
Dari Abdullah bin Amru ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Akan berlaku ke atas ummatku seperti mana yang berlaku ke atas kaum Bani Israel umpama sepasang sepatu, satu dengan yang lain, sampai terjadi di antara mereka orang yang mendatangi (melakukan zina) ibunya secara terang-terangan, demikian pula yang akan berlaku pada ummatku juga. Dan bahwasanya kaum Bani Israel akan terpecah-belah kepada tujuh puluh dua kaum, dan ummatku pula akan terpecah-belah kepada tujuh puluh tiga kaum, semuanya adalah di dalam neraka, kecuali satu kaum saja. Para sahabat bertanya: Siapa kaum itu, hai Rasulullah?! jawab beliau: kaum yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku!' (Riwayat Tarmidzy)
Hiburan itu Indah...(",)
www.iluvislam.com
e_mann
(sumber dari: Dato' Seri Harussani b. Zakaria)
editor:azzahra_solehah
Peringatan untuk diri sendiri dan sahabat sekalian.....
Antara matlamat utama manusia ini dicipta oleh Allah SWT adalah untuk mengabdikan diri kepadaNya seperti yang firmankan oleh Allah: “Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.”
(surah Az Zariyyat :56)
Maka menjadi tanggungjawab kita untuk menjadikan setiap aktiviti kita termasuk berhibur sentiasa berada di dalam ruang lingkup beribadah kepada Allah SWT. Tujuan garis panduan ini disediakan adalah untuk memberi panduan kepada para penganjur hiburan agar program hiburan yang dijalankan tidak menyalahi syara’ dan tersasar dari tujuan beribadah kepada Allah SWT.
ISLAM DAN HIBURAN Islam adalah satu cara hidup yang sangat meraikan dan tidak pernah sekali-kali menyekat naluri fitrah manusia termasuklah berhibur seperti mendengar muzik, bunyi-bunyian dan nyanyian asalkan sahaja hiburan itu tidak menyalahi hukum-hukum syara’.
GARIS PANDUAN MENGADAKAN ACARA KONSERT / PERSEMBAHAN DAN HIBURAN DALAM ISLAM
1- Hendaklah dipastikan muzik / lagu / skrip yang tidak mempunyai perkataan yang boleh membawa ke arah bertentangan dengan aqidah seperti menyalahi syariat Allah SWT, memburuk-burukkan Rasulullah SAW, melekehkan para sahabat, meragui hari kiamat dan pembalasan dosa pahala juga tiada unsur memuja atau taksub kepada wanita.
Allah SWT memberi peringatan kepada sesiapa yang meragui kebenaran hari kiamat dengan firmannya: “Sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang - yang Aku sengaja sembunyikan masa datangnya - supaya tiap-tiap diri dibalas akan apa yang ia usahakan. Maka janganlah engkau dihalangi daripada mempercayainya oleh orang yang tidak beriman kepadanya serta ia menurut hawa nafsunya; kerana dengan itu engkau akan binasa”. (surah Taaha : 15-16)
2- Suatu persembahan / konsert yang dijalankan hendaklah tidak berlebih-lebihan sehingga hak-hak Allah dan kewajipan yang lain terabai seperti menunaikan ibadah, hak mencari dan memberi nafkah, menuntut ilmu dan sebagainya.
“Tidaklah ada diantara orang Muslim jika tiba waktu solat wajib, lalu dia membaguskan wudhuknya, kekhusyukannya, dan ruku'nya melainkan solat itu menjadi penebus dosa-dosa sebelumnya, selagi dia tidak mengerjakan dosa besar, dan itu berlaku selamanya”. (Hadis Riwayat Muslim)
3- Muzik atau nyanyian yang disampaikan tidak mempunyai senikata lagu berunsur maksiat dan lagho seperti membawa kepada rangsangan ghairah nafsu melalui tema-tema cinta yang melampau, luahan perasaan dan kerinduan yang berlebihan kepada manusia sehingga mendorong pendengar dan remaja kepada melakukan maksiat dan dosa.
Oleh itu nyanyian sebegini hendaklah dijauhi berdasarkan firman Allah seperti berikut:
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang sia-sia (lagha), mereka berpaling daripadanya.” (surah Al Qasas : 55)
“Sesungguhnya Allah telah menentukan bahagian seseorang tentang zina yang tidak mustahil didapatinya. Maka zina mata adalah memandang, zina lidah adalah mengucapkan, zina hati adalah mengingini dan faraj (kemaluan) membenarkan atau mendustakannya.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
4- Hendaklah hiburan tidak diiringi atau dialunkan dengan instrument bunyian terlampau seperti budaya rock sehingga penonton / pendengar mengikut rentak (melompat-lompat, menjerit dan bersorak) menjatuhkan akhlak mereka dan mendatangkan fitnah kepada diri mereka.
5- Penyanyi, pembuat persembahan dan penonton yang hadir hendaklah menjaga auratnya, tidak melakukan gerak badan yang memberahikan ataupun mempersembahkan nyanyian dengan suara lucah yang menyebabkan fitnah dan rangsangan nafsu kotor dikalangan pendengar / penonton. Sekalipun lagu dan senikata yang disampaikan adalah baik, dalam keadaan ini ianya tetap menjadi haram.
Allah swt berfirman berkenaan tuntutan menutup aurat: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (surah Al A'raf : 26)
Rasulullah saw juga memberi amaran kepada wanita yang tidak menutup aurat mereka: “Sebahagian dari penghuni neraka ialah perempuan yang memakai pakaian yang menyerupai telanjang, pakaian yang sesat dan menyesatkan. Mereka tidak masuk ke syurga dan tidak mencium baunya.” (Hadis Riwayat Muslim)
“Apabila umatku melakukan 15 perkara maka mereka layak untuk menerima bala Allah. Antara 15 perkara itu ialah…. orang ramai menjadikan wanita sebagai penyanyi (penari-penari), alat-alat yang melalaikan (muzik).” (Hadis Riwayat Tarmidzi)
6- Hendaklah dipastikan tiada percampuran di antara lelaki dan wanita yang bukan mahram tanpa sekatan dan had hingga membawa kepada bersentuhan antara lelaki wanita ajnabi, tiada majlis tari-menari, tidak berlakunya acara minum arak, pertaruhan judi, tiada drama /lakonan-lakonan liar dan seumpamanya.
Rasulullah saw bersabda dalam hal pergaulan lelaki wanita ajnabi ini: “Sekiranya ditikam di kepala seseorang kamu dengan sebatang besi adalah lebih baik baginya dari menyentuh kulit wanita yang tidak halal untuk disentuh.” (Hadis Riwayat Baihaqi)
7- Penyanyi tersebut hendaklah dari kalangan lelaki jika penontonnya adalah lelaki dan wanita manakala jika persembahan itu tertutup dan semua yang berkait dengannya adalah wanita maka dibolehkan penyanyi itu dari kalangan wanita. Ini adalah bagi mengelak segala fitnah dan punca kerosakan dari suara wanita dan pergerakan manja wanita yang menggoda.
Firman Allah SWT: “Maka janganlah kamu wahai wanita berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan).” (surah Al Ahzab : 32)
Dan Rasulullah SAW juga bersabda: “Daripada Abu Malik al-Asy’ari daripada Nabi saw bersabda; Beberapa orang daripada umatku akan meminum arak dan menamakannya dengan bukan nama asalnya dan dialunkan muzik kepada mereka dan dihiburkan oleh penyanyi-penyanyi perempuan. Allah akan membenamkan mereka ke dalam perut bumi dan Allah akan menjadikan mereka kera dan babi.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah)
PERINGATAN Syaitan selalunya mengambil peluang dari hiburan yang melalaikan untuk menyesatkan dan melaghakan manusia. Allah SWT berfirman: “Dan ada di antara manusia: orang yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan yang melalaikan; yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari agama Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; dan ada pula orang yang menjadikan agama Allah itu sebagai ejek-ejekan; merekalah orang-orang yang akan beroleh azab yang menghinakan.” (surah Al Lukman :6)
Bertitik-tolak dari itulah, satu garis panduan berkenaan hiburan disusun supaya kehalusan seni hiburan yang digariskan Islam itu dapat direalitikan. KESIMPULAN Industri hiburan dan nyanyian yang harus dalam Islam adalah sesuatu yang sesuai dengan fitrah kejadian manusia, menghibur dan memberikan ketenangan kepada jiwa disamping mematuhi adab-adab Islam.
Ini menuntut kesedaran yang tinggi dari pemuzik dan penggiat seni Muslim supaya membentuk industri hiburan tersendiri dan terpisah daripada pengaruh jahat Kuffar. Sebarang percubaan Kuffar untuk menghanyutkan umat Islam ke arah kemaksiatan, kemudharatan dan kefasikan mestilah dihalang beracukan penetapan dan susur galur Al Quran dan Sunnah Rasul SAW.
Mari Berhibur
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah
Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul
Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul
Hiburkan hati yang masih gelisah
Obati hati yang terluka
Ikat kembali persahabatan
dengan iman dan kasih sayang
Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah
Bersungguh kita dalam bekerja
Seperti hidup selamanya
Beramal sholeh sebaiknya
Seolah esok sudah tiada
Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul
Hiburkan hati yang masih gelisah
Obati hati yang terluka
Ikat kembali persahabatan
dengan iman dan kasih sayang
Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah
Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah
Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah
Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah







