Thursday, March 24, 2011

RESPECT EACH OTHER

Respect each other here in term of others belief (religion), race, sex and also social status.



And of course we respect people who are older than us.....

What I want to press here is, how we treat others who are differ from us...., and how can u think u are superior upon them.

They way u interrupt other people, while they are trying to say their opinion is a rude way to say u disagree and not even try to understand them. At least hear them, or put ur feet in their shoes.

Don't insult people, call them names, talk behind their back or put down people or their ideas..


Don’t always underestimate others people....because u never know when u need their help.

In Islam, we belief, we are created in different races and skin color to know each other...

Don’t ever look down upon people, don’t simply judge them by how their look, what they belief and whatever race they are.

Help each other, and pray for others...don’t do something just if they do something in return to you. Being honest is not easy, but u never knows what u will get in return and maybe in unexpected way.......

Allah knows better....
-hani hamid-

Thursday, March 17, 2011

Dinner final year



Dinner

Biasa lah dah dekat ujung2 sem ni banyak dinner akan diadakan untuk meraikan final year yang akan keluar…..

Best btul dinner nih…

Tahu tak kenapa?

Sebab bleh makan yang best2….

Makan kat tempat yang eksklusif dan kena bertatasusila masa makan (hik3)

Boleh tengok persembahan adik2 yang disediakan special untuk kami. (^_^)

Ada anugerah lagi untuk senior paling sporting la, paling cool, paling hot, paling ape-ape jelah...

Cabutan bertuah lagi.....(biasenyer tak bertuah sangat)

Yang paling seronok skali mestilah posing untuk amik gambar...klik2

Harapnyer dinner yang terakhir ni menjadi dinner yang indah dalam sejarah sebagai opto student....

Sesiapa yang telah mencapai kegembiraan atau puncak kenikmatan duniawi maka hendaklah bersiap sedia untuk menghadapi puncak kesedihan dan penderitaan, kecuali hamba-hamba Allah yang bertakwa. Mereka adalah peraih akhir kehidupannya dengan keredhaanNya dan syurga; Dr Aidh bin Abdullah Al- Qarni

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia baik bagi kamu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Emasmu adalah agamamu, perhisanmu adalah budi pekertimu, dan hartamu adalah sopan santunmu.

”Sesungguhnya rahmat (kasih-sayang) Allah amat hampir kepada orang-orang yang suka berbuat baik”

ni gambar hiasan (comel kan) jadilah wanita yang solehah

diri kita ibarat intan berlian
lagi dijaga dan disimpan rapi
lagi tinggi nilainya dan
lagi mahal harganya
jangan biarkan diri kita seperti makanan
yang dijual di tepi-tepi jalanan
terdedah dan dipegang-pegang
yang akhirnya menjadi rosak dan basi
peliharalah akhlak dan jauhilah maksiat

<3>

Tuesday, February 1, 2011

Gambar ombak yang cantik dan menabjubkan, Subhanallah

Cantik kan....kejadian alam yang takkan habes kite nak nengok...Allah Maha Besar

Gambar ini semua diambil oleh seorang photographer yang berbakat tinggi Clark Little.
Sun ... glints off wave

Sun ... glints off wave

pasir yang meluncur

pasir yang meluncur

Tubular

Tubular

Beach ... surf crashes down

Beach ... surf crashes down

Molten ... liquid gold

Molten ... liquid gold

White ... tumultuous water

White ... tumultuous water

Splash ... stunning shot

Splash ... stunning shot

Red .... mysterious shot

Red .... mysterious shot

Break ... wave crashes down

Break ... wave crashes down

titisan ombak

titisan ombak

Macam mana? menakjubkan bukan? hohoho photographer tersebut memang seorang surfer dan menghabiskan masa di laut dan pantai.

sumber

Tuesday, November 30, 2010

Umar bin Al-Khattab dan seorang yahudi tua

sudah sekian lama blog ni tiada pengisian baru...tergerak hati untuk update bile seorang kakak bgtau kite jgn asyik menerima, kadang-kadang kena memberi....hehe...

kisah ni khas tuk anak-anak encik Umar....

Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.

Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.

“Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!” ancam sang gubernur.

Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran. Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.

“Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?” tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.

Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.
“Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!” kecam Umar.
“Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,” si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.

“Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,” kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.

Si Yahudi itu semakin kebingungan, “Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!” ujar Yahudi itu pelan.

Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.

Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. “Bongkar masjid itu!” teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.

“Tunggu!” teriak sang kakek. “Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!” Amr bin Ash memegang pundak si kakek, “Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.”
“Tapi…..” sela si kakek.

“Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelas sang gubernur.

“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!” tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca.

link