Tuesday, November 30, 2010

Umar bin Al-Khattab dan seorang yahudi tua

sudah sekian lama blog ni tiada pengisian baru...tergerak hati untuk update bile seorang kakak bgtau kite jgn asyik menerima, kadang-kadang kena memberi....hehe...

kisah ni khas tuk anak-anak encik Umar....

Sejak menjabat gubernur, Amr bin Ash tidak lagi pergi ke medan tempur. Dia lebih sering tinggal di istana. Di depan istananya yang mewah itu ada sebidang tanah yang luas dan sebuah gubuk reyot milik seorang Yahudi tua.
“Alangkah indahnya bila di atas tanah itu berdiri sebuah mesjid,” gumam sang gubernur.

Singkat kata, Yahudi tua itu pun dipanggil menghadap sang gubernur untuk bernegosiasi. Amr bin Ash sangat kesal karena si kakek itu menolak untuk menjual tanah dan gubuknya meskipun telah ditawar lima belas kali lipat dari harga pasaran.

“Baiklah bila itu keputusanmu. Saya harap Anda tidak menyesal!” ancam sang gubernur.

Sepeninggal Yahudi tua itu, Amr bin Ash memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran. Sementara si kakek tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis. Dalam keputusannya terbetiklah niat untuk mengadukan kesewenang- wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.

“Ada perlu apa kakek, jauh-jauh dari Mesir datang ke sini?” tanya Umar bin Khattab. Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan full wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Padahal penampilan khalifah Umar amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas. Dia ceritakan pula bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu.

Merah padam wajah Umar begitu mendengar penuturan orang tua itu.
“Masya Allah, kurang ajar sekali Amr!” kecam Umar.
“Sungguh Tuan, saya tidak mengada-ada,” si kakek itu semakin gemetar dan kebingungan. Dan ia semakin bingung ketika Umar memintanya mengambil sepotong tulang, lalu menggores tulang itu dengan pedangnya.

“Berikan tulang ini pada gubernurku, saudara Amr bin Ash di Mesir,” kata sang Khalifah, Al Faruq, Umar bin Khattab.

Si Yahudi itu semakin kebingungan, “Tuan, apakah Tuan tidak sedang mempermainkan saya!” ujar Yahudi itu pelan.

Dia cemas dan mulai berpikir yang tidak-tidak.Jangan-jangan khalifah dan gubernur setali tiga uang, pikirnya. Di manapun, mereka yang mayoritas dan memegang kendali pasti akan menindas kelompok minoritas, begitu pikir si kakek. Bisa jadi dirinya malah akan ditangkap dan dituduh subversif.

Yahudi itu semakin tidak mengerti ketika bertemu kembali dengan Gubernur Amr bin Ash. “Bongkar masjid itu!” teriak Amr bin Ash gemetar. Wajahnya pucat dilanda ketakutan yang amat sangat. Yahudi itu berlari keluar menuju gubuk reyotnya untuk membuktikan sesungguhan perintah gubernur. Benar saja, sejumlah orang sudah bersiap-siap menghancurkan masjid megah yang sudah hampir jadi itu.

“Tunggu!” teriak sang kakek. “Maaf, Tuan Gubernur, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu sampai-sampai Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!” Amr bin Ash memegang pundak si kakek, “Wahai kakek, tulang itu hanyalah tulang biasa, baunya pun busuk.”
“Tapi…..” sela si kakek.

“Karena berisi perintah khalifah, tulang itu menjadi sangat berarti.
Ketahuilah, tulang nan busuk itu adalah peringatan bahwa berapa pun tingginya kekuasaan seseorang, ia akan menjadi tulang yang busuk. Sedangkah huruf alif yang digores, itu artinya kita harus adil baik ke atas maupun ke bawah. Lurus seperti huruf alif. Dan bila saya tidak mampu menegakkan keadilan, khalifah tidak segan-segan memenggal kepala saya!” jelas sang gubernur.

“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh, saya rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Dan bimbinglah saya dalam memahami ajaran Islam!” tutur si kakek itu dengan mata berkaca-kaca.

link

Tuesday, March 9, 2010

Smile to the world


Assalamualaikum wbt....

Somehow I feel want to post this entry….


SMILE


It means what its sound.

My friend whose reading this must know I am the person whose smile a lot (and laugh a lot too).


Why I’m always smiling?

Every single person in this world has problems

And I am not excluding from that fact


Sometimes problems can make we cry or feel down….

And smile can keep my sadness away from others….


But like what I said, I keep what I feel deep in my heart and smile to others…..

It does remain in my heart and nobody knows…


Almost every people who seek me will say what a happy person I am.

Bcoz I want to show how though I am but I myself know how easy I crack from inside.


Always smile even though ur heart is crying


Sound’s hypocrite but that is me…pretend there is nothing that can even cut me…

Smile can make angry feeling to get away and tie up the bonding


Ur smile means a lot to people


-Smile to the world and the world will smile back to you-

Monday, March 1, 2010

Ilmu Ikhlas

Ilmu Ikhlas

Kawan2 pernah tak tengok cerita kiamat dah dekat? Soalan pak imam yang terakhir kepada lelaki yang nak kahwin dgn anak gadisnya (xingat nama ape) ialah apa itu ilmu ikhlas....meh kita tgk apa jawapannya~~~~!!!

“Mari ku ajarkan ilmu ikhlas.” Kata seorang guru kepada anak muridnya.

“Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulis,”

“Tak payah, bawa sahaja karung guni”

“Karung guni?” Kata anak muridnya seolah-olah tidak percaya.

“Mari kita ke pasar!”

Dalam perjalanan ke pasar mereka melalui jalan yang berbatu-batu.

“Kutip batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam karung guni itu." Kata guru itu memberi arahan. Tanpa soal, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.

“Cukup?”

“Belum. Isi sampai penuh karung guni itu.” Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa. Hanya belegar-legar dan melihat-lihat kemudian beredar ke luar.

“Tuan guru, kita tidak beli apa-apa?”

“Tidak. Bukankah karung gunimu sudah penuh?”

“Ya,ya…” Kata si murid, agak kelelahan.

“Banyak Beli barang.” Tegur seorang kenalan apabila melihat mereka dengan guni yang kelihatan penuh.

“wah, tentu mereka berdua ini orang kaya! Banyak sungguh barang yang mereka beli.'' Kata seseorang.

“Agaknya mereka hendak buat kenduri besar kot," Kata yang lain pula.

Sebaik kembali ke tempat tinggal mereka,si murid meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi. “Oh,sungguh letih! Apa yang kita hendak buat dengan batu-batu ini tuan guru?”

“Tak buat apa-apa”

“Eh,kalau begitu letih sajalah saya.” Balas anak murid.

“Letih memang letih tapi kamu dah dapat ilmu ikhlas”

“Ikhlas?” Tanya anak murid kehairanan.



“kamu dah belajar apa akibatnya kalau tidak ikhlas dalam beramal”

“Dengan memikul batu-batu ini?”

“Ya, batu-batu itu umpama amalan yang riyak. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi yang memuji kamu banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan,tetap hanya batu-batu.”

“Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?

“Ya, hanya berat sahaja ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah, yang kamu dapat, hanyalah penat.”

“ya, sekarang saya faham apa akibatnya beramal tetapi tidak ikhlas!” Ujar si murid.

Pengajaran: Ramai manusia yang tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian. Padahal kata-kata pujian hakikatnya hanya menyebabkan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka. Rugi benar orang yang tidak ikhlas, terseksa di dunia juga terseksa di akhirat.


seorang sahabat pernah ckp kat hani yang ikhlas ni susah nak nampak. Ibarat semut hitam, di atas batu hitam di malam yang gelap pekat.
Tapi kan walau macam mana susah pun nak nampak ikhlas tu, kita still tahu kita ikhlas ke x esp dalam beramal dan berbuat kebaikan. Semoga kita semua tidak mengangkut batu2 yang berat dan ikhlaskan diri dalam perjuangan ~salam mujahadah

Sunday, February 28, 2010

Dakwah ke Taif


Perjalanan Nabi Muhammad s.a.w. ke Taif

Selama sembilan tahun selepas perlantikan Nabi Muhammad s.a.w sebagai Pesuruh Allah s.w.t., Nabi Muhammad s.a.w telah menjalankan dakwah dikalangan kaumnya sendiri disekitar kota Mekah untuk memimpin dan memperbaiki keadaan hidup mereka.Segelintir manusia sahaja yang telah memeluk agama Islam ataupun yang bersimpati dengan Baginda s.a.w., yang lainnya mencuba dengan sedaya upaya untuk mengganggu dan menghalang Baginda s.a.w dan pengikut-pengikutny a. Diantara mereka yang bersimpati dengan perjuangan Baginda s.a.w termasuk Abu Talib bapa saudara Baginda s.a.w sendiri. Sungguhpun begitu Abu Talib tidak memeluk agama Islam.

Berikutan dengan kematian Abu Talib, pihak Khuraish berasa bebas untuk memperhebatkan gangguan dan penentangan mereka terhadap Baginda s.a.w. Di Taif, bandar yang kedua terbesar di Hijaz, terdapat Bani Thafiq suatu puak yang sangat kuat dan besar bilangan ahlinya. Nabi Muhammad s.a.w. berlepas keTaif dengan harapan ia dapat mempengaruhi kaum Bani Thafiq untuk menerima Islam dan dengan demikian memperolehi perlindungan bagi pemeluk-pemeluk agama Islam dari gangguan puak Khuraish. Baginda s.a.w juga bercita-cita hendak menjadikan Taif markas kegiatan-kegiatan dakwah Baginda s.a.w. Sebaik-baik sahaja Baginda s.a.w tiba disana, Baginda s.a.w telah mengunjungi tiga orang pemuka Bani Thafiq secara berasingan dan menyampaikan kepada mereka risalah Allah s.w.t. Bukan sahaja mereka tidak mahu menerima ajaran Allah s.w.t. bahkan enggan mendengar apa yang dikemukakan oleh Baginda s.a.w kepada mereka. Baginda s.a.w telah dilayani secara kasar dan sungguh-sungguh biadap. Kekasaran mereka sungguh bertentangan dengan semangat memuliakan dan menghormati yang telah menjadi sebahagian daripada cara hidup bangsa Arab. Dengan terus terang mereka mengatakan yang mereka tidak suka Baginda s.a.w. tinggal ditempat mereka. Baginda s.a.w. berharap yang kedatangan Baginda s.a.w akan disambut dengan sopan santun, diiringi dengan kata-kata yang lemah lembut. Sebaliknya Baginda s.a.w telah dilempari dengan kata-kata yang kasar.

Kata seorang daripada pemuka-pemuka tadi dengan penuh ejekan: "Hoi,benarkah yang Allah s.w.t. telah melantik kamu menjadi PesuruhNya?"Kata seorang lagi sambil ketawa: "Tidak bolehkah Allah memilih manusia selain dari engkau untuk menjadi PesuruhNya?"Yang ketiga pula melempar kata-kata hina yang bunyinya demikian: "Kalau engkau benar-benar seorang Nabi, aku tidak ingin bercakap-cakap dengan engkau kerana perbuatan yang demikian akan mendatangkan bencana kepada diriku.Sebaliknya jika kamu seorang pendusta,tidak guna aku bercakap-cakap dengan engkau."

Dalam menghadapi penentangan yang sebegini hebat, ketabahan dan kecekalan hati yang merupakan sifat-sifat semulajadi Nabi Muhammad s.a.w. tidak menyebabkan Baginda s.a.w. berasa hampa dan gagal barang sedikit jua pun. Selepas meninggalkan pemuka-pemuka Banu Thafiq tadi, Baginda s.a.w cuba menghampiri rakyat biasa Disini juga Baginda s.a.w menemui kegagalan. Mereka menyuruh Baginda s.a.w keluar dalam Taif. Apabila Baginda s.a.w menyedari yang usahaBaginda s.a.w tidak mendatangkan hasil yang diingini, Baginda s.a.w pun membuat keputusan hendak menginggalkan kota itu. Tetapi mereka tidak membiarkan Baginda s.a.w keluar dari Taif secara aman. Mereka melepaskan kacang-kacang hantu mereka supaya mengusik,mengejek, mengacau dan melemparinya dengan batu. Pelemparan batu yang dilakukan keatas Baginda s.a.w itu sedemikian rupa hingga badan Baginda s.a.w berdarah akibat luka-luka. Apabila Baginda s.a.w berada agak jauh dari kota Taif, Baginda s.a.w pun berdoa kepada Baginda s.a.w. yang bermaksud:

" Wahai Tuhanku, kepada Engkau aku adukan kelemahan tenagaku dan kekurangan daya-upayaku pada pandangan manusia. Wahai Tuhan yang Maha Rahim kepada sesiapa Engkau menyerahkan daku?Kepada musuh yang akan menerkamkan aku ataukah kepada keluarga yang engkau berikan kepadanya uruskanku, tidak ada keberatan bagiku asal aku tetap dalam keredzaanMu. Dalam pada itu afiatMu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya mukaMu yang mulia yang menyinari segala langit dan menerangi segala yang gelap dan atasnyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahanMu atau dari Engkau turun atasku azabMu kepada Engkaulah aku adukan hal ku sehingga Engkau redza. Tidak ada daya dan upaya melainkan dengan Engkau"

Demikianlah sedihnya doa yang dihadapi kepada Allah s.w.t. oleh Baginda s.a.w sehingga Allah s.w.t. mengutuskan Malaikat Jibrail buat menemui Baginda s.a.w. Setibanya dihadapan Nabi Muhammad s.a.w. diapun memberi salam seraya berkata:" Allah s.w.t.. mengetahui apa yang telah berlaku diantara kamu dan orang-orang ini. Allah s.w.t. telah menyediakan malaikat digunung ganang disini khas untuk menjalankan sebarang perintah kamu."

Sambil berkata demikian Jibrail menghadapkan malaikat itu dimuka Baginda s.a.w Kata Malaikat ini:"Wahai Rasulullah, saya bersiap sedia untuk menjalankan perintah Tuan. Kalau dikehendaki, saya sanggup menyebabkan gunung-gunung disebelah menyebelah kota ini berlanggaran sehingga penduduk-penduduk dikedua-dua belah mati tertindih. Kalau tidak, Tuan cadangkan apa saja hukuman yang selayaknya diterima oleh orang-orang ini."

Mendengar janji-janji Malaikat itu, Nabi Muhammad s.a.w. yang penuh dengan sifat rahim dan belas kasihan pun berkata:"Walaupun orang-orang ini tidak menerima Islam, saya harap dengan kehendak Allah s.w.t., yang anak-anak mereka, pada satu masa nanti, akan

menyembahAllah s.w.t.. dan berbakti kepadaNya."

Sekarang perhatikanlah tauladan mulia dan suci murni yang telah dipertunjukkan oleh Baginda s.a.w. Kita semua mengakui yang kita menjadi pengikut-pengikutNya, tetapi dalam urusan hidup kita sehari-sehari, apabila cadangan kita ditolak atau tidak dipersetujui maka kita dengan lekasnya melemparkan maki hamun dan terkadang-kadang bercita-cita hendak membalas dendam terhadap mereka yang tidak bersetuju dengan kita.Sebagai pengikut-pengikutny a kita hendahlah mencontohi Baginda s.a.w. Selepas menerima penghinaa ditangan penduduk-penduduk Kota Taif, Baginda s.a.w hanya berdoa. Baginda s.a.w. tidak memarahi mereka,tidak mengutuk mereka dan tidak mengambil sebarang tindakan balas walaupun diberi kesempatan sebaik-baiknya untuk membuat demikian.

RasululLah kekasihNya

Pentingnya mentaati Rasulullah SAW


Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, "Barangsiapa yang mentaatiku, maka dia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah mendurhakai Allah. Begitu pula, barangsiapa yang mentaati petugasku, maka dia telah mentaatiku, dan barangsiapa mendurhakai petugasku, maka dia telah mendurhakaiku. ' (Riwayat Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. lagi, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Semua ummatku akan memasuki syurga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang mentaatiku akan memasuki syurga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan memasuki syurga.'(Riwayat Bukhari)

Jabir ra. bercerita, katanya: Suatu peristiwa datanglah beberapa Malaikat kepada Nabi SAW ketika beliau sedang tidur, lalu mereka berkata: Bahwa sesungguhnya teman kamu ini dapat diberikan beberapa perumpamaan, cubalah berikan perumpamaan baginya! Maka berkata yang satu: Dia ini sedang tidur. Yang lain berkata: Meskipun matanya tidur, namun hatinya tetap sadar! Lalu berkata pula Malaikat yang lain: Perumpamaan temanmu ini ialah perumpamaan seorang lelaki yang baru selesai membangun sebuah rumah, lalu dia pun mengadakan undangan makan, dan mengundang orang datang kepadanya. Jadi, sesiapa yang menerima undangan itu, dia akan memasuki rumah itu, dan dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan itu. Dan sesiapa yang menolak undangan itu, tidak akan memasuki rumah itu, dan tidak dapatlah dia memakan dari makanan yang disediakan di situ!
Kemudian berkata Malaikat yang mendengar perumpamaan itu: Jelaskanlah perkara ini kepadanya (Nabi Muhammad) supaya dia mengertinya! Lalu ada Malaikat yang berkata: Bukankah dia sedang tidur?! Jawab yang lain: Bukankah sudah aku katakan; matanya saja yang tidur, namun hatinya sadar (dapat menangkap maksud dari berita ini). Maka para Malaikat itu pun berkata: Rumah itu diibaratkan dengan 'Syurga', dan orang yang mengundang itu ialah 'Muhammad' itu sendiri. Tegasnya, siapa saja yang mentaati Muhammad, maka dia mentaati Allah. Dan siapa saja yang mendurhakai Muhammad, maka dia mendurhakai Allah. Dan Muhammad itu adalah penengah (di antara Allah) dengan manusia! (Riwayat Bukhari) Ad-Darimi juga mengeluarkan cerita yang sama dari Rabitah Al-jarasyi ra. dengan maksudnya yang sama (kitab: Al-Misykah, hal. 21)
Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Hanyalah perumpamaanku dan perumpamaan apa yang diutus Allah kepadaku adalah perumpamaan seorang lelaki yang datang kepada suatu kaum, lalu dia berkata kepada mereka: Hai kaumku! Saya lihat dengan mataku sendiri, ada suatu bala tentara yang datang, dan saya adalah pemberi peringatan yang tulus (dapat dimaksudkan: yang paling jujur), maka selamatkanlah diri kamu! Selamatkanlah! Kerana itu ada di antara kaumnya yang mentaatinya, maka dari sejak malam mereka telah keluar melarikan diri dengan secara teratur, hingga akhirnya mereka selamat. Ketika sekumpulan yang lain telah mendustakannya, dan mereka terus menetap di tempat mereka. Akhirnya, mereka sejak pagi buta telah diserang oleh bala tentara (musuh) itu, yang membinasakan mereka serta memukul bersih apa saja yang ada di hadapannya. Itulah dia perumpamaan siapa yang mentaatiku serta menuruti apa yang saya sampaikan kepadanya. Demikian pula perumpamaan siapa yang menderbakaiku serta mendustakan apa yang saya sampaikan kepadanya dari perkara kebenaran itu.' (Riwayat Darimi)

Razin telah membawa suatu berita dari Umar ra. yang dirafakkannya kepada Rasulullah SAW sabdanya: Aku sudah menanyakan Tuhanku tentang perselisihan para sahabatku sepeninggalku, lalu Allah mewahyukan kepadaku, katanya: Wahai Muhammad! Sesungguhnya semua para sahabatmu itu dalam pandanganku adalah umpama bintang-bintang di langit, setengah mereka lebih teguh dari setengah yang lain, namun bagi setiap satu darinya ada cahayanya yang tersendiri. Maka barangsiapa yang mengambil sesuatu dari apa yang ada pada diri mereka tanpa memandang pada perselisihan mereka itu, maka dia itu dalam pandanganku berada di atas kebenaran. Kemudian Nabi SAW pun berkata: Para sahabatku itu seumpama bintang-bintang maka siapa saja dari mereka yang kamu ikuti, kamu akan mendapat petunjuk. (Jam'ul-Fawa' id 2:201)


Dari Al-Irbadh bin Sariyah ra. yang menceritakan suatu peristiwa, katanya: Pada suatu hari Rasulullah SAW telah mengimami kami satu shalat, dan sesudah selesai shalat, beliau lalu menghadapkan wajahnya kepada kami serta menyampaikan suatu pidato yang sungguh berkesan sekali pada diri kami, sehingga bercucuranlah air mata kami dan gemetarlah segala urat perut kami. Sehabis pidato itu, telah bangun seorang lelaki berkata: Ya Rasulullah! Seolah-olah pidato ini adalah suatu pidato terakhir untuk mengucapkan selamat tinggal! Jadi, apakah yang patut engkau pesankan untuk kami?! jawab beliau: Aku berpesan kepada kamu supaya bertaqwa kepada Allah, selalu mendengar perintah dan mentaatinya, walaupun yang memerintah itu seorang hamba habsyi (yang hitam warna kulitnya). Kerana sesungguhnya, siapa saja yang hidup di antara kamu sesudahku nanti dia akan melihat perselisihan- perselisihan yang banyak. Maka ketika itu, hendaklah kamu berpegang teguh kepada perjalananku dan pejalanan para Khulafaur-Rasyidin yang sudah tertunjuk (oleh hidayatku), hendaklah kamu berpegang kuat dengannya, dan gigitlah dia dengan gigi geraham kamu. Berhati-hatilah kamu dengan mengada-adakan (hukum) yang baru, kerana setiap hukum yang diada-adakan itu adalah bid'ah, dan setiap bid'ah itu adalah sesat! (Riwayat Tarmidzy dan Abu Daud)

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra. telah merafakkan bicara ini kepada Nabi SAW sabdanya: Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan berada bersama-sama kamu. Tetapi aku mengingatkan kamu supaya mengikuti dua orang ini sepeninggalku. Lalu beliau menunjuk kepada Abu Bakar dan Umar radhiallahu- anhuma. Sambungnya lagi: Ambillah petunjuk yang diberikan Ammar, dan dengar apa yang dibicarakan Ibnu Mas'ud dan percayailah dia!(Riwayat Tarmidzy)

Dari Bilal bin Al-Haris Al-Muzani ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: 'Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnat (jalan) dari sunnatku yang telah ditinggalkan orang sepeninggalku, maka baginya pahala seperti pahala-pahala orang yang mengamalkannya sesudah itu, tiada dikurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka (yang mengamalkannya itu). Dan barangsiapa yang mengadaadakan suatu bid'ah yang menyesatkan yang tiada diridhai Allah dan RasuINya, maka dia akan menanggung dosanya seperti dosadosa orang yang mengamalkannya, tiada dikurangi sedikit pun dari dosa-dosa orang yang mengamalkannya. '(Riwayat Tarmidzy)

Ibnu Majah juga meriwayatkan suatu Hadis yang serupa ini dari Katsir bin Abdullah bin Amru, dari bapanya, dari datuknya. Dari Amru bin Auf ra. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: 'Sesungguhnya agama (Islam) itu akan kembali ke Hijaz, sebagaimana ular yang kembali ke dalam lobangnya. Lalu agama itu akan tertambat di Hijaz umpama tertambatnya unta-unta di puncak gunung. Sesungguhnya agama itu lahir asing (tidak dikenali orang), dan dia akan kembali asing seperti mula lahimya. Maka berbahagialah orang-orang asing itu (yakni kaum yang bukan Arab), kerana merekalah yang akan membetulkan apa yang dirusakkan manusia dari sunnatku sepeninggalku nanti."(Riwayat Tarmidzy)


Dari Abdullah bin Amru ra. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Akan berlaku ke atas ummatku seperti mana yang berlaku ke atas kaum Bani Israel umpama sepasang sepatu, satu dengan yang lain, sampai terjadi di antara mereka orang yang mendatangi (melakukan zina) ibunya secara terang-terangan, demikian pula yang akan berlaku pada ummatku juga. Dan bahwasanya kaum Bani Israel akan terpecah-belah kepada tujuh puluh dua kaum, dan ummatku pula akan terpecah-belah kepada tujuh puluh tiga kaum, semuanya adalah di dalam neraka, kecuali satu kaum saja. Para sahabat bertanya: Siapa kaum itu, hai Rasulullah?! jawab beliau: kaum yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku!' (Riwayat Tarmidzy)

Hiburan itu Indah...(",)

ADAB BERHIBUR
www.iluvislam.com
e_mann
(sumber dari: Dato' Seri Harussani b. Zakaria)
editor:azzahra_solehah




Peringatan untuk diri sendiri dan sahabat sekalian.....

Antara matlamat utama manusia ini dicipta oleh Allah SWT adalah untuk mengabdikan diri kepadaNya seperti yang firmankan oleh Allah: “Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.”
(surah Az Zariyyat :56)

Maka menjadi tanggungjawab kita untuk menjadikan setiap aktiviti kita termasuk berhibur sentiasa berada di dalam ruang lingkup beribadah kepada Allah SWT. Tujuan garis panduan ini disediakan adalah untuk memberi panduan kepada para penganjur hiburan agar program hiburan yang dijalankan tidak menyalahi syara’ dan tersasar dari tujuan beribadah kepada Allah SWT.

ISLAM DAN HIBURAN Islam adalah satu cara hidup yang sangat meraikan dan tidak pernah sekali-kali menyekat naluri fitrah manusia termasuklah berhibur seperti mendengar muzik, bunyi-bunyian dan nyanyian asalkan sahaja hiburan itu tidak menyalahi hukum-hukum syara’.

GARIS PANDUAN MENGADAKAN ACARA KONSERT / PERSEMBAHAN DAN HIBURAN DALAM ISLAM

1- Hendaklah dipastikan muzik / lagu / skrip yang tidak mempunyai perkataan yang boleh membawa ke arah bertentangan dengan aqidah seperti menyalahi syariat Allah SWT, memburuk-burukkan Rasulullah SAW, melekehkan para sahabat, meragui hari kiamat dan pembalasan dosa pahala juga tiada unsur memuja atau taksub kepada wanita.

Allah SWT memberi peringatan kepada sesiapa yang meragui kebenaran hari kiamat dengan firmannya: “Sesungguhnya hari kiamat itu tetap akan datang - yang Aku sengaja sembunyikan masa datangnya - supaya tiap-tiap diri dibalas akan apa yang ia usahakan. Maka janganlah engkau dihalangi daripada mempercayainya oleh orang yang tidak beriman kepadanya serta ia menurut hawa nafsunya; kerana dengan itu engkau akan binasa”. (surah Taaha : 15-16)

2- Suatu persembahan / konsert yang dijalankan hendaklah tidak berlebih-lebihan sehingga hak-hak Allah dan kewajipan yang lain terabai seperti menunaikan ibadah, hak mencari dan memberi nafkah, menuntut ilmu dan sebagainya.

“Tidaklah ada diantara orang Muslim jika tiba waktu solat wajib, lalu dia membaguskan wudhuknya, kekhusyukannya, dan ruku'nya melainkan solat itu menjadi penebus dosa-dosa sebelumnya, selagi dia tidak mengerjakan dosa besar, dan itu berlaku selamanya”. (Hadis Riwayat Muslim)

3- Muzik atau nyanyian yang disampaikan tidak mempunyai senikata lagu berunsur maksiat dan lagho seperti membawa kepada rangsangan ghairah nafsu melalui tema-tema cinta yang melampau, luahan perasaan dan kerinduan yang berlebihan kepada manusia sehingga mendorong pendengar dan remaja kepada melakukan maksiat dan dosa.

Oleh itu nyanyian sebegini hendaklah dijauhi berdasarkan firman Allah seperti berikut:
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang sia-sia (lagha), mereka berpaling daripadanya.” (surah Al Qasas : 55)

“Sesungguhnya Allah telah menentukan bahagian seseorang tentang zina yang tidak mustahil didapatinya. Maka zina mata adalah memandang, zina lidah adalah mengucapkan, zina hati adalah mengingini dan faraj (kemaluan) membenarkan atau mendustakannya.”
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

4- Hendaklah hiburan tidak diiringi atau dialunkan dengan instrument bunyian terlampau seperti budaya rock sehingga penonton / pendengar mengikut rentak (melompat-lompat, menjerit dan bersorak) menjatuhkan akhlak mereka dan mendatangkan fitnah kepada diri mereka.

5- Penyanyi, pembuat persembahan dan penonton yang hadir hendaklah menjaga auratnya, tidak melakukan gerak badan yang memberahikan ataupun mempersembahkan nyanyian dengan suara lucah yang menyebabkan fitnah dan rangsangan nafsu kotor dikalangan pendengar / penonton. Sekalipun lagu dan senikata yang disampaikan adalah baik, dalam keadaan ini ianya tetap menjadi haram.

Allah swt berfirman berkenaan tuntutan menutup aurat: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (surah Al A'raf : 26)

Rasulullah saw juga memberi amaran kepada wanita yang tidak menutup aurat mereka: “Sebahagian dari penghuni neraka ialah perempuan yang memakai pakaian yang menyerupai telanjang, pakaian yang sesat dan menyesatkan. Mereka tidak masuk ke syurga dan tidak mencium baunya.” (Hadis Riwayat Muslim)

“Apabila umatku melakukan 15 perkara maka mereka layak untuk menerima bala Allah. Antara 15 perkara itu ialah…. orang ramai menjadikan wanita sebagai penyanyi (penari-penari), alat-alat yang melalaikan (muzik).” (Hadis Riwayat Tarmidzi)

6- Hendaklah dipastikan tiada percampuran di antara lelaki dan wanita yang bukan mahram tanpa sekatan dan had hingga membawa kepada bersentuhan antara lelaki wanita ajnabi, tiada majlis tari-menari, tidak berlakunya acara minum arak, pertaruhan judi, tiada drama /lakonan-lakonan liar dan seumpamanya.

Rasulullah saw bersabda dalam hal pergaulan lelaki wanita ajnabi ini: “Sekiranya ditikam di kepala seseorang kamu dengan sebatang besi adalah lebih baik baginya dari menyentuh kulit wanita yang tidak halal untuk disentuh.” (Hadis Riwayat Baihaqi)

7- Penyanyi tersebut hendaklah dari kalangan lelaki jika penontonnya adalah lelaki dan wanita manakala jika persembahan itu tertutup dan semua yang berkait dengannya adalah wanita maka dibolehkan penyanyi itu dari kalangan wanita. Ini adalah bagi mengelak segala fitnah dan punca kerosakan dari suara wanita dan pergerakan manja wanita yang menggoda.

Firman Allah SWT: “Maka janganlah kamu wahai wanita berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan).” (surah Al Ahzab : 32)

Dan Rasulullah SAW juga bersabda: “Daripada Abu Malik al-Asy’ari daripada Nabi saw bersabda; Beberapa orang daripada umatku akan meminum arak dan menamakannya dengan bukan nama asalnya dan dialunkan muzik kepada mereka dan dihiburkan oleh penyanyi-penyanyi perempuan. Allah akan membenamkan mereka ke dalam perut bumi dan Allah akan menjadikan mereka kera dan babi.” (Hadis Riwayat Ibnu Majah)

PERINGATAN Syaitan selalunya mengambil peluang dari hiburan yang melalaikan untuk menyesatkan dan melaghakan manusia. Allah SWT berfirman: “Dan ada di antara manusia: orang yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan yang melalaikan; yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari agama Allah dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; dan ada pula orang yang menjadikan agama Allah itu sebagai ejek-ejekan; merekalah orang-orang yang akan beroleh azab yang menghinakan.” (surah Al Lukman :6)

Bertitik-tolak dari itulah, satu garis panduan berkenaan hiburan disusun supaya kehalusan seni hiburan yang digariskan Islam itu dapat direalitikan. KESIMPULAN Industri hiburan dan nyanyian yang harus dalam Islam adalah sesuatu yang sesuai dengan fitrah kejadian manusia, menghibur dan memberikan ketenangan kepada jiwa disamping mematuhi adab-adab Islam.

Ini menuntut kesedaran yang tinggi dari pemuzik dan penggiat seni Muslim supaya membentuk industri hiburan tersendiri dan terpisah daripada pengaruh jahat Kuffar. Sebarang percubaan Kuffar untuk menghanyutkan umat Islam ke arah kemaksiatan, kemudharatan dan kefasikan mestilah dihalang beracukan penetapan dan susur galur Al Quran dan Sunnah Rasul SAW.





-Meh hayati lirik lagu nih-
Mari Berhibur
Album : Demi Masa
Munsyid : Raihan
http://liriknasyid.com


Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul

Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul

Hiburkan hati yang masih gelisah
Obati hati yang terluka
Ikat kembali persahabatan
dengan iman dan kasih sayang

Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Bersungguh kita dalam bekerja
Seperti hidup selamanya
Beramal sholeh sebaiknya
Seolah esok sudah tiada

Di sini kita berkumpul bersama
Menyanyikan lagu yang suci indah
Alunan pujian kepada Alloh
Alunan sholawat kepada Rosul

Hiburkan hati yang masih gelisah
Obati hati yang terluka
Ikat kembali persahabatan
dengan iman dan kasih sayang

Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Berhibur tiada salahnya
Kerna hiburan itu indah
Hanya pabila salah memilihnya
Membuat kita jadi bersalah

Saturday, February 27, 2010

Tariq Bin Ziyad: Penakluk Andalusia (Spain)

Tariq bin Ziyad penakluk Andalusia (Spain), Salahuddin Al-Ayyubi penakluk Jurusalem, dan Sultan Muhammad Al-Fateh penakluk Constantinopel. Tiga pemuda Islam yang namanya harum sehingga sekarang, digeruni musuh dan kejayaan yang menggegar dunia. Kali ni hani nak citer tentang Tariq b Ziyad. Citer ni amek kat ILUVISLAM ek.

Kedatangan Islam ke Andalusia (Sepanyol) bukan sahaja membawa cahaya tauhid malah membebaskan rakyat negara itu dari penindasan serta kezaliman. Ketika itu Sepanyol diperintah oleh Raja Roderic yang berbangsa Gothic. Dia dan orang-orangnya hidup penuh kemewahan sedangkan rakyat dibiarkan dalam kesengsaraan. Para petani dipaksa membayar cukai yang tinggi.

Kaum wanita terutama anak-anak gadis yang cantik berasa tidak selamat kerana sering diperkosa oleh Raja Roderic ataupun konco-konconya. Mereka yang cuba melawan dibunuh malah ada yang dibakar hidup-hidup. Akibat penindasan yang tidak berperikemanusiaan itu, rakyat hidup dalam ketakutan. Ramai antara mereka terpaksa melarikan diri ke Afrika, sebuah negara yang aman makmur di bawah pemerintahan kerajan Islam.

Panglima Julian iaitu Gabenor Ceuta, menaruh perasaan marah dan dendam kepada Raja Roderic kerana memperkosa Florida, puterinya yang cantik jelita. Bagi membalas dendam kepada raja yang zalim itu, dia berangkat ke Afrika lalu menghadap Musa bin Nusair, wakil khalifah Islam di Afrika. Julian meminta bantuan tentera Islam bagi menumbangkan pemerintahan Raja Roderic.

Bagai pucuk dicita ulam mendatang, Musa bin Nusair segera mempersiapkan sebuah angkatan perang seramai 12 belas ribu orang bagi menawan Andalusia (Sepanyol) serta membebaskan rakyat negara itu daripada penindasan. Dia melantik Tariq bin Ziyad bagi memimpin angkatan perang itu.

Dengan menaiki 12 buah kapal perang, tentera islam menuju ke benua Eropah itu. Selepas mendarat di Andalusia, Tariq bin Ziyad segera memerintahkan kapal-kapal perang yang mereka naiki dibakar. Pada mulanya, tindakan itu mendapat bantahan daripada sebahagian besar tentera Islam. Mereka menganggap perbuatan itu kurang siuman dan bertentangan dengan hukum Islam yang melarang merosakkan harta benda awam. Apatah lagi, kapal perang kepunyaan mereka sendiri. Mereka juga mempersoalkan bagaimana hendak pulang ke tempat asal apabila kapal yang mereka naiki sudah dibakar.

Untuk memecahkan kebuntuan tenteranya, Tariq bin Ziyad segera mengumpulkan tenteranya di sebuah bukit yang kini dikenali nama Gibraltar (Jabal Tariq) lalu Tariq bin Ziyad berucap dengan ucapannya yang terkenal sehingga ke hari ini,

"Wahai saudara-saudaraku, di belakang kita laut, dihadapan kita musuh. Kita tidak dapat melarikan diri. Demi Allah, kita datang ke sini bagi syahid ataupun mencapai kemenangan. Dan kita tidak akan pulang sebelum mencapai matlamat itu!"


Jabal Tariq pada hari ini

Kata-kata keramat Tariq bin Ziyad itu berjaya meniupkan kambali semangat jihad di kalangan tentera Islam. Dengan semangat yang berkobar-kobar mereka mara menentang tentera Raja Roderic yang berjumlah 100 ribu orang.

Tariq bin Ziyad asalnya seorang hamba atau budak suruhan milik Musa bin Nusair. Dia akhirnya dilantik oleh Musa bin Nusair menjadi pembantunya kerana mempunyai sifat-sifat yang terpuji. Seterusnya diberi kepercayaan memimpin 12 ribu tentera Islam ke Andalusia. Pada mulanya tujuan penghantaran tentera adalah bagi meninjau keadaan tempat dankekuatan musuh sebagai persediaan menunggu ketibaan tentera yang akan dipimpin oleh Musa bin Nusair. Tetapi Tariq bin Ziyad berfikiran sebaliknya. Dia menganggap mereka Andalusia demi mati syahid ataupun mengalahkan musuh. Oleh itu, dia sanggup membakar kapal perang yang mereka naiki supaya tentera Islam di bawah pimpinannya tidak bercita-cita untuk pulang ke tanah air.

Pada 19 Julai 711 masihi, terjadilah pertempuran antara tentera islam yang dipmpin oleh Tariq bin Ziyad dengan tentera Gothic yang dipimpin oleh Raja Roderic. Peristiwa itu berlaku berhampiran dengan sungai Barbat kerana di situlah tentera Gothic berkumpul bagi menghalang kemaraan tentera Islam. Walaupun pasukan tentera Islam jauh lebih kecil berbanding musuh ditambah pula dengan kelengkapan senjata yang serba kekurangan namun dengan semangat jihad yang membakar dalam diri, mereka berjaya memberi pukulan hebat kepada musuh. Akhirnya, tentera Gothic tewas dan Raja Roderic mati lemas di sungai Barbat ketika cuba melarikan diri.

Kekalahan itu amat memalukan tentera Gothic lalu mereka mengumpul semula kekuatan bagi mengusir tentera Islam daripada tanah air mereka. Tetapi tentera Islam bertambah kuat dengan kedatangan tentera tambahan dari Afrika yang dipimpin sendiri oleh Musa bin Nusair.

Kemudian terjadilah satu lagi pertempuran paling sengit di Ecija. Dalam pertempuran itu, tentera yang dipimpin oleh Tariq bin Ziyad bergabung dengan tentera yang dipimpin oleh Musa bin Nusair. Dan sekali lagi tentera Islam mencapai kemenangan. Tariq bin Ziyad belum berpuas hati dengan kemenangan itu. Dengan persetujuan Musa bin Nusair, tentera Islam dibahagikan kepada empat pasukan sebelum dihantar ke Cordoba, Malaga dan Granada. Tariq bin Ziyad sendiri memimipin pasukan utama menuju ke Toledo, ibu kota Andalusia. Keempat-empat kota itu dapat ditakluki dengan mudah oleh tentera Islam tanpa mendapat tentangan sengit.

Al-Hambra yang bermaksud "Yang berwarna merah" merupakan kubu dan istana kerajaan Islam di Granada.

Antara faktor kejayaan gemilang tentera Islam di Andalusia kerana rakyat negara itu sememangnya sudah benci dengan pemerintahan Raja Roderic yang zalim. Oleh itu, kedatangan tentera Islam dianggap sebagai penyelamat malah ada yang sanggup bergabung dengan tentera Islam bagi memerangi tentera Gothic.

Rakyat Andalusia yang sekian lama hidup menderita di bawah kekuasaan tentera Gothic tertarik dengan dengan kebaikan perilaku tentera Islam. Seorang ahli sejarah Philip K.Hitti berkata,

"Penaklukan Sepanyol merupakan perjuangan pertama dan terakhir yang paling sensasi bagi bangsa Arab. Mereka berjaya menakluki wilayah Eropah yang paling luas ke dalam kekuasaan Islam."

Penaklukan Andalusia oleh orang-orang Islam mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar diakui. Rakyat Andalusia yang sudah lama menderita akibat penindasa digantikan dengan kebaikan pemerintahan Islam.

Rakyat tidak lagi merasa tertindas dan harta mereka terpelihara. Paderi-paderi Kristian yang pada mulanya menyembunyikan diri kerana khuatir dengan tindak balas orang-orang Islam kembali semula ke kampung halaman bagi memulakan kehidupan baru di bawah kekuasaan Islam yang adil.

Tariq bin Ziyad bercadang hendak menakluk seluruh Eropah. Tetapi manusia cuma merancang, Allah yang menentukan. Ketika persiapan sedang giat dilakukan, tiba-tiba Tariq bin Ziyad diperintahkan oleh khalifah kembali ke Damsyik. Sebagai panglima tentera yang berdisiplin, dia mematuhi arahan itu. Niat mahu menakluki Eropah terpaksa dibatalkan. Tariq bin Ziyad maninggal dunia di Damsyik. Namanya tercatat dalam sejarah sebagai panglima yang menggerunkan pasukan tentera Sepanyol di bawah pimpinan Raja Roderic. Hingga kini, Gibraltar atau asalnya Jabal Tariq yang bermakna Bukit Tariq masih abadi di Andalusia, Sepanyol.

Atas usahanya, kerajaan Islam al-Andalus bertapak di Sepanyol selama 781 tahun. Di Sepanyol beliau telah menjadi legenda sehingga digelar "Tariq El-Tuerto" yang bermaksud "Tariq bermata satu". Semoga Allah merahmatinya. Amin.

Tibe2 teringat lagu Al Hambra nyanyian Far East. lalalala~

Wednesday, February 24, 2010

Perarakan Maulidur Rasul: wajar diterus atau diubah?

Baru-baru ini timbul sedikit pertikaian apabila disebut kerajaan negeri Pulau Pinang ingin membatalkan perarakan sambutan Maulidur Rasul yang dianjurkan oleh kerajaan negeri. Ia dijadikan isu politik oleh ahli politik. Walaupun telah dijelaskan bahawa hal itu tidak benar, saya suka untuk mengulas amalan tersebut dari perspektif bukan politik kepartian, tetapi melalui perspektif yang sedikit berbeza. Adakah jika benarlah dibatalkan perarakan itu, adakah ia merupakan satu isu besar dari sudut agama serta tanda tidak menghormati baginda Rasul dan Islam?

Seumur hidup saya, saya belum dan tidak pernah menyertai kumpulan perarakan sempena menyambut Maulidur Rasul. Saya tidak berhasrat untuk membicarakan persoalan perbezaan dan perdebatan hukum tentang perarakan seperti itu. Saya kira hal ini setiap tahun akan menjadi polemik dan kerap dijadikan bahan perdebatan yang akhirnya menjadi medan memperlekeh antara satu sama lain atau lebih buruk, menyemai titik kebencian di antara satu sama lain. Saya ada pandangan dan pendirian dalam hal sama ada bid'ah atau tidak sebuah perarakan Maulidur Rasul, Namun cukuplah memadai tulisan-tulisan dari mereka yang telah mengulas panjang lebar.Tulisan ini hanya saya sasarkan untuk kita sama-sama fikir dan fahami tentang keutamaan atau yang ‘sepatutnya' sahaja.

Sebagaimana kita tahu dan faham, sambutan Maulidur Rasul sepatutnya bertujuan untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad s.a.w atau yang lebih penting adalah perlantikan baginda menjadi Rasulullah. Setakat mengenang tarikh kelahiran semata-mata tanpa mengenengahkan inti risalah, mesej dan perjuangan yang dibawa oleh baginda Nabi adalah suatu kesilapan dalam pendekatan dan memahami keutamaan.

Justeru itu, bagi mereka yang TEGAS berpegang kepada KEHARUSAN menyambut Maulidur Rasul, atas alasan-alasan yang mereka yakini, aktiviti yang paling wajar ketika itu tentunya adalah semua jenis majlis yang mengenengahkan inti perjuangan Nabi seperti mengajak kepada tauhid Allah dan menjauhi syirik, meyakini akhirat dan hidup di atas dunia bersesuaian dengan keyakinan tersebut, mematuhi hukum-hakam dalam bidang hubungan manusia dengan manusia sama ada dari sudut akhlak, nikah kahwin, muamalat kewangan dan hukuman jenayah.

Ruang inilah yang perlu dimaksimumkan ketika menyambut Maulidur Rasul. Itulah tanda kita sedang benar-benar memperingati baginda. Itulah sebuah penghargaan dan syiar yang benar-benar tepat mengenai sasaran sebuah sambutan terhadap baginda Nabi. Kerana itu juga merupakan inti dan kandungan perjuangan Rasulullah yang mulia selama 23 tahun kehidupannya sebagai seorang Rasul dan Nabi terakhir bagi seluruh bangsa manusia.

Jika demikian, bagaimana cara untuk mengengahkan semua itu kepada masyarakat? Sambutan maulidur Rasul sangat mesti mensasarkan objektif mengajar mereka yang belum tahu, mengingat mereka yang lupa, mengukuh pegangan mereka yang telah dan masih ingat serta membetul mereka yang tersasar dari kehidupan yang ditunjuk oleh Rasul mereka.

Kita ingin menyambut Maulidur Rasul dengan mengembalikan ingatan masyarakat kepada tatacara kehidupan yang layak untuk mendapat belas Allah dan syafaat Nabi di akhirat.

Persoalannya, adakah sebuah perarakan dengan pakaian seragam, mengangkat sepanduk puji-pujian, sambil berselawat mampu membawa kita ke arah objektif itu? Jika itulah upacara utamanya, saya kira ia benar-benar sebuah antiklimaks serta TIDAK memberi banyak manfaat dari sudut akhiratnya, di tambah pula lagi di ketika wujudnya pertikaian pada sambutan Maulidur Rasul itu sendiri. Jika begitu, apa yang patut dibuat?

Bagi saya, banyak perkara yang lebih utama, wajar dan tepat untuk dilakukan. seperti program kuliah dan ceramah sama ada di peringkat masjid, surau, sekolah, universiti sememangnya sudah tentu menjadi pilihan utama. Kerana itulah satu cara yang terulung dan paling klasik dalam menyampaikan sebuah mesej untuk mengingat, menegur, meneguh dan membetul.

Memang benar, sebahagian besar perkara di atas memang sudah menjadi amalan, namun apa yang perlu diubah adalah cara dan kaedah itu masih tidak diketengahkan dan dijadikan sebuah klimaks sambutan Maulidur Rasul. Sebaliknya ia hanyalah inisiatif kecil-kecilan pihak-pihak tersebut sahaja, sedang ruang dan peluang yang dipunyai oleh pihak pemerintah sama ada negara atau negeri menunjukkan mereka punyai ruang kuasa yang jauh lebih besar.

Justeru, gunakanlah kuasa itu untuk membesar skala program yang lebih patut diatas, jangan dibazir dengan sebuah perarakan tanpa mesej yang jelas.

Biasanya coverage program-program ceramah terlalu kecil, berbadning sebuah perarakan yang diwajibkan setiap jabatan kerajaan menghantar wakil.

Adalah lebih tepat jika pihak kerajaan pusat menggunakan ruang Televisyen untuk memasuki rumah jutaan rakyat bagi menyampaikan mesej perjuangan Rasulullah, syarikat gergasi GLC dan swasta wajar boleh menyumbangkan sedikit dari keuntungan mereka untuk menaja program-program kesedaran di ruang TV. Itu yang sepatutnya berbanding memberi tajaan kepada peraduan yang entah apa-apa dan konsert penuh maksiat.

KEPELBAGAIAN DAN KREATIVITI

Jika ingin menarik minat pelbagai latarbelakang, muda dan tua, berpendidikan tinggi dan rendah. Saya kira kreativiti diperlukan untuk mempelbagaikan majlis penyampaian mesej dan risalah Rasulullah itu. Konsert Islam seperti Konsert Maulidur Rasul berserta selingan nasihat dan ceramah ringkas mungkin munasabah walau ditentang oleh beberapa pihak yang menolak nasyid secara total. Majlis sebegitu jauh lebih baik berbanding perarakan beserta selawat tanpa sebarang ingatan dan nasihat.

Atau boleh juga kita menunjuk syiar Islam dan kecintaan kepada Rasul, melalui perhimpunan mega seluruh kakitangan kerajaan negeri dan jabatannya di sebuah stadium, tidak perlu berarak, apa yang perlu adalah duduk mendengar dan menghayati mesej-mesej dari sang penceramah berwibawa atau melalui forum, atau boleh beserta selingan nasyid. Majlis penaugerahan tokoh boleh diteruskan. Majlis peringkat kebangsaan boleh disiar secara langsung di televisyen, bagi menambah jangkauan liputan kepada mereka yang lebih suka berada di rumah.

Hari tersebut juga perlu disambut dengan usaha menutup pusat-pusat hiburan dan rancangan hiburan di media yang jelas bertentangan dengan mesej dari kebangkitan Rasulullah.

Itulah tugas seorang pemimpin disemua peringkat, rumahtangga, masyarakat, negeri dan negara. Lagi besar kuasanya, lebih besar tanggungannya di sisi Allah.

Nabi s.a.w bersadba :

ما من أمير يلي أمور المسلمين ثم لا يجهد لهم وينصح لهم إلا لم يدخل معهم الجنة

Ertinya : Tiada seorang ketua yang memimpin orang bawahannya dari kalangan Muslimin kemudian dia tidak berusaha bersungguh dalam untuk kebajikan mereka dan tidak memberi nasihat (kepada Islam), kecuali pemimpin ini tidak memasuki syurga ( Riwayat Muslim)

Atau dalam riwayat lain disebut hukumannya sebagai

فلم يحطها بنصحه لم يجد رائحة الجنة

Ertinya : dan apabila mereka tidak menasihatkan rakyatnya dengan nasihat kebaikan, nescaya diharamkan baginya bauan syurga (amat jauh dari syurga sehingga bauannya pun tidak diperoelhi apatah lagi syurga itu sendiri)

KESIMPULAN

Kesimpulannya, menurut pandangan saya, sambutan Maulidur Rasul melalui perarakan walau ia telah dilaksana turun temurun di Malaysia, ia tidaklah mampu menunaikan hak baginda Rasullullah dan Islam itu sendiri. Ia jelas, tersasar dari objektif utama perjuangan Rasulullah, apa yang sepatutnya lebih ditumpukan dan disalurkan peruntukan besar adalah program meningkat kesedaran terhadap inti perjuangan dan mesej Islam.

Justeru, jikalau ada mana-mana negeri yang membatalkannya sekalipun lalu diganti dengan sebuah acara yang lebih menepati maksud sambutan Maulidur Rasul seperti himpunan ceramah dan sebagainya, ia adalah lebih baik.

Semoga kita semua mampu lebih beringat dan faham mesej perjuangan baginda Rasulullah bersempena sambutan hari lahir baginda.



Sekian



Zaharuddin Abd Rahman

www.zaharuddin.net

ORIGINAL ARTICLE : http://www.zaharuddin.net/content/view/912/72/

Friday, February 19, 2010

Sebatan cara Islam dan SIS

Assalamualaikum wbt….


Heboh di seantero dunia (sebenarnye kat Malaysia je) memperkatakan mengenai isu sebat ini. Bermula dr isu bekas model sambilan, Kartika Sari Dewi Shukarno, 33 yang dikenakan hukuman sebat. Kartika ditahan pihak berkuasa ketika minum arak di sebuah resort di Cherating pada 11 Julai 2008 dan selepas mengaku bersalah, Mahkamah Tinggi Syariah Kuantan menjatuhkan hukuman denda RM5,000 dan enam sebatan terhadapnya.

Namun sehingga sekarang hukuman sebat ke atas Kartika belum dijatuhkan walaupun beliau menyatakn kesedian untuk menerima hukuman.

Seterusnya, Buat pertama kali di Malaysia, tiga wanita yang melakukan kesalahan jenayah syariah menjalani hukuman sebat pada 9 Februari lepas di Penjara Wanita Kajang, kata Menteri Dalam Negeri,Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.

Tiga pesalah wanita itu bersama empat lagi pesalah lelaki dihukum sebat mengikut Seksyen 23(2) Akta Kesalahan Jenayah Syariah Wilayah Persekutuan 1997 (Persetubuhan Haram) yang dijatuhkan Mahkamah Tinggi Syariah Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur antara Disember 2009 hingga Januari tahun ini.

Saya ingin menjelaskan kepada sahabat2 bahawa hukuman sebat dapat dibahagikan kepada 2 iaitu sivil dan syariah yang berbeza sama sekali dari segi perlaksanaannya.


PERBEZAAN HUKUMAN SEBAT CARA ISLAM DENGAN CARA SIVIL DI MALAYSIA.

SEBAT CARA ISLAM
1-Panjang rotan tidak lebih 1.22 meter , tebal tidak lebih 1.25 sm.
2-Jika pesalah hamil, hukuman dilaksanakan selepas 2 bulan melahirkan anak.
3-Sebatan tidak boleh kena muka, kepala,perut,dada atau bahagian sulit.
4-Pesalah lelaki disebat berdiri manakala perempuan dalam keadaan duduk.
5-Sebatan dengan kekuatan sederhana.
6-Tukang sebat tanpa mengangkat tangannya melebihi kepala.
7-Tidak melukakan kulit pesalah.



SEBAT CARA SIVIL
1-Rotan yang digunakan terdiri daripada pelbagai saiz
2-Pesalah akan ditanggalkan pakaiannya dan digantikan dengan pakaian cawat.
3-Pakaian cawat hanya menutupi bahagian kemaluan depan sahaja.
4-Bahagian daging punggung akan tededah untuk disebat.
5-Pesalah akan dibaringkan secara berdiri pada patung yang dikhaskan dan diikatkan kedua kaki dan tangan.
6-Sesetengah tukang sebat menyebat dengan cara terus.
7-Sesetengah tukang sebat menyebat dengan cara sentapan.
8-Sebatan dengan cara sentapan lebih menyakitkan kerana pesalah dapat merasakan cebisan kulit tersentap keluar.

Hukuman yang dirujuk sebagai pelaksanaan hukum islam dibawah seksyen 136 enakmen pentadbiran agama islam dan adat resam melayu pahang 1985 dan boleh dihukum dibawah seksyen 4 enakmen sama (pindaan 1987) sebenarnya masih tidak mengikut prinsip syarat hukum islam sebenarnya.


Apa yang paling penting untuk difahami ialah cara sebatan yang dilaksanakan didalam penjara sekarang adalah sangat berbeza dengan kaedah sebenar hukum islam, kerana mengikut islam sebatan ini perlu mengambil kira keadaan dan kesihatan pesalah, selain dari memastikan pesalah dalam keadaan sepenuhnya menutup aurat.

Alatan sebatan dan kaedah merotan hendaklah juga sederhana , antaranya bila sebatan dilaksanakan tangan tidak boleh diangkat sehinggan menampakkan ketiak.
Sebatan juga tidak boleh mencederakan dan sebatan dilakukan dibeberapa tempat pada badan dan bukannya pada satu tempat sahaja. Dalam Islam, hukuman ini bukan bersifat untuk menyeksa tetapi bersifat mendidik pelaku kesalahan serta mendidik masyarakat awam supaya gerun untuk melakukan perbuatan itu lagi.


Sehingga kini, hukuman ke atas Kartika, model yang mengaku salah meminum arak dan dijatuhkan hukuman 6 kali sebatan oleh Mahkamah Syariah Pahang, masih belum dilaksanakan. Kartika yang mengaku telah insaf dan redha disebat masih tidak berganjak dari pendiriannya.

Namun ada pihak lain yang ingin membela nasib Kartika kerana hukuman sebat tersebut yang dikatakan zalim ke atas wanita. Siapa lagi kalau bukan Sisters in Islam (SIS) dan sekutu-sekutu mereka dari aliran liberalisme? Dari mula kes ini diputuskan lagi, SIS telah berkokok di sana sini kerana tidak berpuas hati dengan keputusan Mahkamah hingga mereka akhirnya memfailkan satu permohonan semakan kehakiman untuk mendapatkan perintah penggantungan atau pindaan atau pembatalan terhadap pelaksanaan hukuman sebat ke atas Kartika.

Tidak cukup dengan itu, satu perisytiharan bersama telah dikeluarkan oleh Kumpulan Tindakan Bersama untuk Persamaan Jantina (JAG) yang terdiri daripada SIS, Persatuan Kesedaran Komuniti Selangor (EMPOWER), Women’s Aid Organisation (WAO), All Women’s Action Society (AWAM) and Women’s Centre for Change, Penang (WCC); Suara Rakyat Malaysia (SUARAM); dan Persatuan Kebangsaan Hak Asasi Malaysia (HAKAM).

Dari kenyataan bersama ini, tidak ada lain yang terzahir darinya kecuali wajah hodoh SIS dan golongan liberal yang semakin terselak dengan menampakkan segala kudis dan kurapnya. Dalam menangani isu Kartika ini, sebagai Muslim kita hendaklah sedar bahawa hukuman 6 sebatan yang dijatuhkan oleh mahkamah syariah bukanlah hukum Islam.

Sememangnya tidak ada apa yang perlu dibanggakan dengan keputusan mahkamah tersebut kerana mahkamah telah jelas-jelas menjatuhkan hukuman sekular berdasarkan enakmen syariah negeri Pahang yang tunduk kepada Perlembagaan Persekutuan. Kedua-duanya merupakan undang-undang buatan manusia yang bercanggah seratus peratus dengan Al-Quran dan Sunnah.

Kejahilan dan kekeliruan SIS adalah apabila mereka menganggap bahawa hukuman 6 sebatan itu sebagai hukuman syariah. Ini jelas dari kenyataan mereka yang berbunyi, “Jika hukuman sebat dilakukan ke atas seorang wanita di bawah undang-undang Syariah, ia akan mewujudkan satu preseden yang buruk di Malaysia - terutama sekali apabila kaum wanita telah dinyatakan dengan jelas - tidak boleh disebat di bawah S289 Kanun Acara Jenayah”.

Dari kenyataan ini, sudah terang lagi bersuluh bahawa SIS bukan sahaja menolak hukuman 6 sebatan, malah mereka menolak hukum syariah dan mereka lebih rela berhukum dengan hukum taghut buatan manusia di bawah Kanun Acara Jenayah!

Firman Allah SWT, “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Quran) dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada taghut, padahal mereka telah diperintahkan mengingkari taghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” [TMQ an-Nisa’ (4):60].

Kita semua maklum bahawa hukuman ‘sebat’ (dengan jumlah yang betul) adalah sebahagian dari hudud Allah, namun kita menyaksikan betapa jahil, angkuh dan sombongnya SIS yang langsung tidak mahu hukuman sebat dan hukuman syariah dijatuhkan ke atas wanita. Jika dengan hukuman 6 sebatan tersebut SIS telah pun meracau dan merapu tak tentu hala, apatah lagi jika hukuman Islam sebenar (yakni) 40 atau 80 kali sebatan dijatuhkan? Tentunya SIS akan semakin dirasuk syaitan. Alangkah

beraninya SIS menolak hukum Allah!

Di manakah SIS letakkan Al-Quran dan al-Hadis? Butakah SIS bahawa perbuatan meminum minutan syaitan itu sendiri adalah suatu yang tidak bermaruah menurut Islam? ‘Perbuatan’ terkutuk itu tidak pula dipersoalkan oleh SIS (dari segi bermaruah atau tidak), sebaliknya ‘hukuman’ ke atas peminumnya pula yang dipersoalkan. Tidakkah SIS perñah mendengar sepanjang hidup mereka bahawa Allah SWT berfirman,

“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itu hádala orang-orang yang zalim.” [TMQ al-Ma’idah (5):45]?

Jadi, siapakah pihak yang kejam di sini? Orang yang ingin berhukum dengan hukum Allah, atau pihak SIS yang ingin berhukum dengan hukum hak asasi manusia antarabangsa? SIS menganggap hukuman sebat sebagai mencabul hak asasi manusia dan tidak berperikemanusiaan. Inilah pendapat SIS yang ‘sefikrah’ dengan orang-orang kafir dalam perjuangan hak asasi manusia. Anehnya SIS tidak pula mempertikaikan atau memperjuangkan penghapusan sebat yang telah lama wujud dalam kes sivil, yang jauh lebih kejam cara pelaksanaannya. Namun, bila hukuman tersebut ada ‘unsur syariah’, maka SIS terus mempertikaikannya. Hati SIS nampaknya benar-benar telah tertutup dari memahami ayat-ayat Allah,

“Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, maka sebatlah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebatan; dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” [TMQ an-Nur (24):2].

Betapa jauhnya SIS dan sekutu-sekutunya terpesong dari kebenaran. Alangkah sesatnya cara berfikir golongan liberal ini yang menjadikan pemikiran kufur Barat sebagai sandaran hukum dengan mengenepikan nas-nas sahih dari Al-Quran dan Hadis. Sesungguhnya golongan inilah yang disayangi dan dimuliakan oleh Barat, dan menjadi agen mereka dalam usaha mereka untuk menghancurkan Islam.

Monday, February 15, 2010

Buat semua yang bergelar perempuan

Indah Tercipta
www.iluvislam.com
Di forward oleh Ikhwan Al-Muslimin
Editor: Afdhal87


Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menampung dunia. Namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan.

Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan.

Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada. Setiap Wanita itu Cantik.

Wanita Cantik yang solehah adalah :

1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki solehah.

3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 maalaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

11. Wanita yang memerah susu binatang dengan "bismillah" akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan "bismillah", Allah akan berkatkan rezekinya.

13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

16. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 tahun), maka maalaikat-maalaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis,
Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.

23. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.



Amatlah mudah bagi seorang wanita untuk menjejak Syurga.
Namun begitu mengapa terlalu ramai yang masih hidup dalam kejahilan?

Sang suami pula perlu ingat, tidak kamu jejaki syurga sebelum keluarga kamu menjejak syurga. Jangan ingat hendak kahwin empat jika yang satu belum terbela.Yang belum kahwin tu ingat, kamu terdedah kepada kemungkaran. Iman akan dicabar sehebat-hebatnya ketika ini. Pilihlah Syurga dan bukannya Neraka.

Siapa tahu, hari ini kita tak sampai ke rumah sebab di pertengahan jalan kita bertemu Izrail.
Siapa tahu, hari ini hari terakhir kita berjumpa pasangan kita sebab di pertengahan jalan, dia berjumpa Izrail.

Bagaimana rasanya ketika berjumpa Izrail?

Yang beriman, macam 700 pedang yang tajam mencucuk kamu dalam semua arah.
Yang tak beriman, bayangkan pisau potong daging kat pasar tu yang tumpul. Pisau tu menetak kepala kita macam mana orang memecahkan tempurung kelapa.

Nastagfirullah Zunubana Ya Allah !

Sunday, February 7, 2010

Adam

warkah buat seorang adam...


Adam,
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah hawa,temanmu yang kau pinta semasa kesunyian disyurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi,tidak hairanlah jika perjalanan hidupku sentiasa inginkan bimbingan darimu. Sentiasa mahu terpesong dari landasan kerana aku buruan syaitan.

Adam,
Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu dikala akhir zaman ini. Itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusannya,kerana andainya Allah mentakdirkan bilangan kaummu mengatasi kaumku nescaya merahlah dunia ini dengan darah manusia. Kacau bilaulah suasana Adam sesama Adam bermusuh hanya kerana Hawa.

Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil. Sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya juga. Jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah Yang mengharuskan adam beristeri lebih dari satu tetapi tidak melebihi empat orang dalam satu masa.

Adam,
Bukan kerana ramainya isterimu membimbangkan daku. Bukan kerana sedikitnya bilanganmu merunsingkanku. Tetapi aku risau,gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Sejak dahulu lagi telah kuketahui bahawa seharusnya aku tunduk tatkala telah menjadi isterimu. Patutlah terlalu berat lidahku berbicara untuk menyatakan isi hati ini. Namun sebagai hamba Allah, Aku sayang padamu.

Adam,
Sebagaimana didalam Al-Quran telah menyatakan yang engkau diberi kuasa terhadap wanita. Kau diberi amanah mendidikku. Kau diberi tanggungjawab untuk menjagaku,memerhati dan mengawasiku agar redha Allah sentiasa menaungi. Tetapi Duhai Adam, lihatlah dunia kini.


Apa yang telah terjadi terhadap kaumku?


Kini, Aku dan kaumku telah ramai yang menderhakaimu. Ramai yang telah menyimpang dari jalan yang telah ditetapkan. Asalnya Allah mengkehendaki aku tinggal tetap dirumah. Dijalan-jalan,dipasar,di bandar-bandar bukanlah tempatku. Jika terpaksa,aku keluar dari rumah seluruh tubuhku ditutup dari hujung rambut sehingga kehujung kaki. Tapi realitinya kini, aku telah lebih dari yang sepatutnya.

Adam,
Mengapa kau biarkan daku begini? Sememangnya aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tetapi kini, aku jadi ibu,guru dan aku jugalah yang memikul senjata. Padahal engkau duduk sahaja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja. Kau perhatikan sahaja aku panjat tangga dipejabat bomba. Kainku tinggi menyingsing peha,mengamankan Negara. Apakah kau sekarang tidak seperti dahulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu kepadaku?

Adam,
Marahkah kau jika ku katakan terpesongnya hawa sekarang engkaulah yang harus dipersalahkan! Kenapa kau? Bukankah orang sering bicara, Jika anak jahat maka emak bapak yang tidak pandai mendidik, Jika murid bodoh,guru tidak pandai mengajar. Jadi secara formulanya, Aku binasa,kaulah puncanya!!!

Adam,
Kau selalu mengata, Hawa memang degil! Tidak mahu dengar kata! Tidak mudah makan nasihat! Kepala batu! Tetapi duhai Adam, Seharusnya kau bertanya kepada dirimu, Siapakah ikutanmu? Siapakah rujukanmu? Dalam mendidik aku yang lemah ini. Adakah ikutanmu Muhammad s.a.w? Adakah rujukanmu Muhammad s.a.w? Adakah akhlak-akhlakmu boleh dijadikan contoh buat kami kaum Hawa?

Adam,
Sebenarnya kaulah imam dan aku adalah makmummu. Aku adalah pengikutmu-pengikutmu Kerana kaulah amir. Jika kau benar maka benarlah aku. Jika kau lalai,lalailah aku. Lupakah kau duhai Adam? Kau punya satu kelebihan anugerah Tuhan. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Dan aku, akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam,gunakanlah ketinggian akalmu untuk membimbingku.

Pimpinlah tanganku kerana aku sering lupa dan lalai. Seringkali aku tergelincir ditolak,disorong oleh nafsu dan kuncu-kuncunya. Bimbing dan bantulah aku dalam menyelami kalimah Allah. Perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari TuhanMu agar duniaku sentiasa dijalan rahmah. Tiupkanlah roh jihad ke dalam dadaku agar aku mampu tetap menjadi mujahidah kekasih Allah.

Adam,
Andainya kau masih lali dengan kerenahmu sendiri. Masih segan mengikut langkah para sahabat baginda. Masih gentar mencegah mungkar. Maka kita tunggu dan lihatlah dunia ini akan hancur bila aku yang memerintah. Malulah engkau Adam. Malulah engkau pada dirimu sendiri. Wallahualam.

* sumber: http://www.iluvislam.com/v1/readarticle.php?article_id=1855